Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Google Tegaskan Karyawan Wajib Vaksinasi, Pemecatan Jadi Ancaman

Google Tegaskan Karyawan Wajib Vaksinasi, Pemecatan Jadi Ancaman ilustrasi pencarian Google. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Juru Bicara Google, Lora Lee Ericson mengatakan perusahaan begitu tegas terkait persoalan kewajiban vaksinasi kepada karyawannya. Dilaporkan The Verge, Jumat (17/12), kebijakan itu seusai dengan mandat presiden Joe Biden.

"Kami menyatakan sebelumnya, persyaratan vaksinasi kami adalah salah satu cara terpenting untuk menjaga keselamatan tenaga kerja kami dan menjaga layanan tetap berjalan,” ungkap Lora.

Sebuah memo internal untuk karyawan menyebutkan akan ada sanksi bagi yang tidak patuh terhadap kebijakan ini.

Sebelumnya, perusahaan memberikan waktu sampai dengan 3 Desember agar karyawan mengunggah bukti vaksinasi atau kalaupun tidak harus mendapatkan alasan medis.

Jika tidak, pada 13 Januari mendatang akan dimasukkan pada status cuti administratif berbayar selama 30 hari. Jika para karyawan ini masih tidak mematuhinya setelah 30 hari berjalan, mereka masuk ke status cuti tak berbayar hingga 6 bulan ke depan. Selanjutnya akan dikeluarkan dari perusahaan.

Ada beberapa opsi bagi karyawan yang tidak divaksinasi. Namun, perusahaan tetap mengharapkan mandat presiden Joe Biden tentang vaksinasi tetap dijalankan untuk sebagian besar karyawan, termasuk yang bekerja dari luar kantor.

"Kami tetap berkomitmen untuk melakukan segala kemungkinan untuk membantu karyawan kami yang dapat melakukan vaksinasi dan berdiri teguh di belakang kebijakan vaksinasi kami," kata Lora. (mdk/faz)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP