Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Google dan kawan dinilai akan bantu teroris

Google dan kawan dinilai akan bantu teroris PRISM. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Departemen Kehakiman Amerika Serikat menganggap bahwa perusahaan teknologi AS terlihat condong untuk membantu teroris. Hal ini diutarakan setelah munculnya desakan dari perusahaan tersebut yang ingin membocorkan berbagai rahsia negara.

Seperti diberitakan sebelumnya, Google, Microsoft, Apple, dan lusinan perusahaan teknologi lain ingin membeberkan data apa saja yang pernah diminta NSA dan FBI dari mereka. Hal ini dilakukan karena tuntutan transparansi perusahaan publik tersebut kepada masyarakat.

Namun, seperti dilansir oleh The Verge (2/10), hal ini dianggap hanya akan menjatuhkan martabat negara saja. Dengan dibeberkannya rahasia negara tersebut, maka teroris pun tahu kalau mereka sedang diawasi.

Oleh karenanya, hal ini kemudian dianggap sebagai pertarungan antara transparansi dan privasi. Baik pemerintah maupun perusahaan teknologi dunia pun bagai dihadapkan untuk memakan buah simalakama dengan tuntutan ini.

Menurut Departemen Kehakiman, privasi negara haruslah diutamakan. Sementara, sebagai perusahaan publik, Google dan kawan-kawan dituntut oleh undang-undang untuk membeberkan hal apa saja yang pernah terjadi terhadap mereka.

Sampai saat ini sendiri, tuntutan tersebut telah diajukan untuk menjadi sebuah UU di senat dan kongres Amerika Serikat. Namun, nampaknya keputusan tidak akan muncul dalam waktu dekat mengingat AS tengah dilanda Government Shutdown. (mdk/nvl)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP