Go-Jek disebut punya dampak besar bagi perekonomian negeri
Merdeka.com - Kepala Lembaga Demografis, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, Turro S. Wongkaren mengatakan, Go-Jek memiliki dampak yang besar bagi perekonomian Indonesia.
Berdasarkan survey yang dilakukan lembaganya itu, penghasilan keseluruhan mitra pengemudi Go-Jek sebesar Rp 8,2 triliun sedangkan pendapatan mitra UMKM sebesar Rp 1,7 triliun. , Mitra UMKM ini merupakan usaha yang tergabung dalam aplikasi Go-Food.
“Bila digabung, angkanya bisa mencapai Rp 10 triliun. Ini ada di batas bawah karena yang disurvei hanya driver sepeda motor dan UMKM. Belum yang lain seperti Go-Car dan sebagainya,” kata dia seperti yang dikutip dari Dream.co.id, Jumat (23/3).
Terlebih, kata Turro, sebanyak 89 persen responden yang disurvei, memberikan dampak yang baik bagi masyarakat umum. Bahkan, sebagian besar responden menyatakan bila Go-Jek bubar, hal itu akan berdampak buruk bagi mereka.
“78 persen responden mengatakan, jika Go-Jek berhenti beroperasi, akan membawa dampak buruk kepada masyarakat,” ungkapnya.
Survei ini dilakukan terhadap 7.500 responden terdiri atas 3.315 pengemudi roda dua, 3.465 konsumen, dan 806 mitra UMKM dari 9 wilayah. 9 wilayah itu antara lain Bandung, Bali, Balikpapan, Jabodetabek, Yogyakarta, Makassar, Medan, Palembang, dan Surabaya.
Di sisi lain, survey yang dilakukannya itu menyatakan sebanyak 30 persen mitra UMKM merasa diuntungkan dan 64 persen lainnya tidak ada. Salah satu temuan menarik dari survei itu adalah soal karakteristik dari para pelanggan ojek online. Diketahui jika para pelanggan Ojol rata-rata memiliki anggaran pengeluaran bulanan sebesar Rp2,55 juta per bulan.
Sumber: Dream.co.id
(mdk/idc)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya