Generasi millenial, aset dunia untuk menjadi lebih baik
Merdeka.com - Generasi millenial adalah remaja yang selalu terhubung, berubah-ubah, tetapi memberikan pengaruh yang tinggi terhadap tren-tren tertentu. Generasi Millenial di dunia ini, disebut-sebut sebagai pengubah dunia agar menjadi lebih baik di masa akan datang. Tetapi, apa sebenarnya peran dan kebiasaan generasi millenial ini?
Sebuah studi global yang dilakukan olehCrowd DNApada tahun 2014, mengatakan bahwa remaja Indonesia secara luas dapat dibagi menjadi 3 kelompok, yaituHyper-Connected, Architects, danExplorers. Penelitian yang melakukan survei terhadap 11 ribu remaja dari 13 negara, termasuk Indonesia tersebut, telah mendefinisikan masing-masing kelompok remaja itu.
Kehidupan generasiHyper-connected(usia 13-15 tahun) berkisar antara keluarga, teman-teman, dan teknologi. Kelompok ini menempatkan nilai tertinggi untuk menggunakan media sosial dan peran media sosial pada kehidupan sehari-hari.
KelompokArchitects(usia 16-19 tahun) adalah kelompok yang mengedepankan pendidikan dan mulai berpikir tentang masa depan, serta tujuan hidup mereka. Kelompok kedua ini merupakan kelompok yang paling terbuka untuk berbagai tentang kehidupan sehari-hari mereka.
Sedangkan kelompok yang terakhir, yaituExplorers(usia 20-24 tahun), merupakan kelompok yang menggunakan teknologi lebih dari sekedar sarana untuk terhubung dengan teman dan keluarga. Tetapi, kelompok ini telah membuat teknologi sebagai jalan untuk mencari tahu tentang budaya global saat mereka memasuki usia dewasa.
Pengelompokkan generasi millenial tersebut, membuat kita bisa melihat bahwa generasi muda memang sangat terbuka dengan teknologi. Hal tersebut dapat memberikan pengaruh positif agar remaja-remaja di seluruh dunia berperan aktif untuk kemajuan dunia. (mdk/lar)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya