Gara-gara robot, pabrik iPhone di China pecat 60.000 pegawai
Merdeka.com - Untuk merakit iPhone, Apple bekerja sama dengan perusahaan manufaktur raksasa asal China, Foxconn. Tiap tahunnya, ratusan ribu orang dipekerjakan oleh Foxconn untuk memenuhi pesanan iPhone dari Apple. Namun tahun ini nampaknya semua mulai berubah.
Berdasarkan laporan dari 9to5mac (25/05), Foxconn telah merumahkan lebih dari separuh pegawainya sejak peluncuran iPhone 6s di akhir tahun lalu. Tak kurang dari 60.000 pegawai 'manusia' Foxconn diklaim telah dipecat. Sebagai gantinya, Foxconn menggunakan tenaga robot.
"Pabrik Foxconn telah mengurangi jumlah pegawai dari 110.000 ke 50.000 akibat kemunculan robot. Foxconn telah merasakan kesuksesan akibat turunnya dana untuk gaji pegawai berkat kehadiran robot," ujar Xu Yulian, salah satu petinggi Foxconn.
Menariknya, di bulan Januari lalu Foxconn menerima subsidi dari pemerintah China hingga USD 12 juta untuk mengurangi pengurangan angka pemecatan pegawai. Selain kehadiran robot, pemecatan pegawai juga dilakukan akibat menurunnnya jumlah penjualan iPhone global parah tahun ini.
Penggunaan robot di dunia industri China semakin meningkat sejak tahun 2014. Ketika itu tak kurang dari 500 perusahaan teknologi di Provinsi Dongguan menghabiskan dana USD 630 juta untuk pengembangan robot dan program kecerdasan buatan (AI).
(mdk/bbo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya