Gara-gara kebijakan Trump, CEO Google tarik karyawan balik ke AS
Merdeka.com - Perusahaan-perusahaan teknologi yang berbasis di Silicon Valley, Amerika Serikat, tengah fokus terhadap kebijakan yang dibuat oleh Presiden Donald Trump. Kebijakan presiden baru Amerika itu melarang masuknya imigran dari negara-negara mayoritas muslim. Google salah satu perusahaan yang kini tengah fokus pada kebijikan itu.
Seperti dilaporkan CNet dan Fortune, pada Jumat lalu Google melaporkan lebih dari 100 karyawannya yang tengah berpergian ke luar negeri ditarik kembali ke Amerika Serikat mengingat penerapan kebijakan Trump.
"Ini sangat menyakitkan melihat ongkos pribadi akibat perintah eksekutif bagi kolega kami," kata dia dalam sebuah memo internal Google.
Sebagaimana diketahui, Presiden Trump menetapkan larangan 90 hari pada orang-orang dari negara mayoritas muslim seperti Iran, Irak, Libya, Somalia, Sudan, Suriah, dan Yaman untuk memasuki Amerika Serikat. Kebijakan ini dimaksudkan untuk melindungi warga dari terorisme.
"Kami khawatir mengenai dampak dari permintaan aturan ini dan proposal lain yang berpotensi pembatasan karyawan Google beserta keluarga mereka atau yang menciptakan hambatan untuk membawa talent ke Amerika Serikat," jelas dia.
(mdk/idc)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya