Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Es di Antartika 'berdarah'

Es di Antartika 'berdarah' Es di Antartika berdarah. ©Softpedia.com

Merdeka.com - Sebuah fenomena alam langka telah terjadi di belahan bumi sebelah . Diketahui jika es di Antartika tersebut mengeluarkan cairan merah yang mirip dengan darah.

Dilansir Softpedia (19/5), sebuah gletser berwarna merah menyala telah leleh dan meluncur ke laut di bawahnya.

Berdasarkan keterangan dari Inhabitat, fenomena alam ini disebabkan oleh adanya air yang terperangkap dalam es tersebut yang sudah berumur ratusan tahun. Warna merah yang terkandung dalam gletser itu berasal dari mikroba yang terdapat di air tersebut.

Inhabitat menjelaskan bahwa mikroba ini bisa merubah warna air menjadi merah dikarenakan tingginya konsentrasi zat besi dan garam yang dikandungnya.

Peristiwa yang sering disebut dengan Taylor Gletser ini sendiri sebenarnya bukan hal baru. Peristiwa serupa juga pernah terjadi di Antartika pada tahun 1911.

(mdk/dzm)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP