Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Efektifkah penggunaan SMS dalam sebar informasi kenaikan BBM?

Efektifkah penggunaan SMS dalam sebar informasi kenaikan BBM? Kenaikan harga BBM bersubsidi dan pemberitahuan melalui SMS © 2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Demo penolakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) marak terjadi di mana-mana. Pemerintah akan jelaskan kenapa BBM harus naik melalui pesan singkat (SMS) kepada seluruh masyarakat Indonesia.

Di tahun 2012 lalu, anggaran subsidi pemerintah mencapai Rp 212 triliun atau setara dengan 2,6 persen produk domestik bruto. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan bahwa apabila pemerintah tidak menaikkan harga BBM bersubsidi maka anggaran tersebut akan membengkak mencapai sekitar Rp 297 triliun.

Tentu saja dalam hal ini, pemerintah harus berhadapan dengan dilematika tersendiri dan sangat komplek. Di satu sisi, apabila harga BBM tidak dinaikkan, maka anggaran akan membengkak, namun apabila dinaikkan, maka masyarakat akan marah karena secara otomatis segala hal juga akan ikut naik.

Walaupun mendapatkan penolak baik dari elemen masyarakat, mahasiswa sampai dengan partai-partai tertentu, namun SBY tetap bersikukuh dengan rencananya.

Dikutip dari World Street Journal (17/06), pemerintah berencana memberitahukan keputusan kenaikan harga BBM ini melalui layanan Short Message Service (SMS).

Sepuluh operator seluler nasional akan menyalurkan SMS ini selama dua pekan. Operator-operator tersebut antara lain Telkom, Telkomsel, Smartfren, Smart Telecom, Axis, STI, Indosat, XL, Esia dan 3 (three).

Juru bicara Kemkominfo Gatot Dewa Broto menjelaskan bahwa akan ada sekitar 240 juta SMS yang akan dikirimkan ke seluruh pengguna perangkat mobile di seluruh Indonesia.

"Tiap nomor hanya akan menerima satu kali SMS," ujar Gatot.

Pemberitahuan melalui SMS dirasa sangat efektif karena saat ini menurut data yang tercatat di Kementerian Komunikasi dan Informatika , angka masyarakat pengguna gadget di Indonesia menyentuh 240 juta unit. Melebihi jumlah total penduduk Indonesia sendiri.

Mengesampingkan masalah langkah pemerintah memberitahukan informasi seputar kenaikan BBM melalui SMS itu, ada pertanyaan yang lahir. Apakah masyarakat tetap mau peduli akan SMS yang diterimanya?

Muncul satu pandangan skeptis bahwa masyarakat tidak akan peduli apa isi dari SMS pemerintah tersebut, mereka hanya berpikiran bagaimana mereka harus bertahan hidup di tengah segala hal yang mahal saat ini ditambah dengan naiknya harga BBM.

Informasi akan tetap menjadi informasi, tidak kurang tidak lebih dan tidak akan mengurangi beban hidup sehari-hari yang ditanggung masyarakat. (mdk/das)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP