Donald Trump paksa Apple produksi hardware di AS, bukan di China
Merdeka.com - Donald Trump, merupakan calon presiden Amerika Serikat yang sampai saat ini sering menyatakan pernyataan yang kontroversi. Baru-baru ini dalam pidatonya di Liberty University, Dia mengatakan bahwa dirinya akan memaksa Apple untuk memproduksi hardware-nya di AS, bukan di negara lainnya.
Calon Presiden dari partai Republik ini ternyata menyoroti Apple sebagai perusahaan yang produksinya laris manis di Amerika Serikat.
"Kita akan memaksa Apple untuk membuat komputer mereka di negara ini, bukan di negara-negara lain," ujar Donald Trump di akhir pidatonya, seperti dilansir dari Phone Arena.
Selama ini, hanya satu produk Apple, yaitu Mac dan Mac Pri yang dirakit di Amerika, tepatnya di Austin, Texas. Selain produk tersebut, sebagian besar produknya dirakit di China, karena tenaga kerjanya cukup murah dibandingkan di Amerika. Namun tentu saja, desain masih dari markas utamanya di Amerika.
Langkah Donald Trump ini sebenarnya juga mementingkan negaranya. Jika semua produk Apple dirancang dan dirakit di AS, maka menciptakan lapangan kerja, serta berdampak pada meningkatnya pertumbuhan ekonomi.
Apa lagi pabrik Foxconn China yang memproduksi perangkat Apple yaitu iPhone dan iPad dirasa tidak manusiawi. Banyak buruh di sana yang diberitakan mengalami stres hingga bunuh diri karena dipaksa bekerja sesuai standar Apple.
Sebelumnya, pria ini juga mengusulkan untuk memberikan pajak sebesar 35 persen bagi bisnis yang membuat barangnya di luar negeri, padahal Dia juga mendukung perdagangan bebas yang saat ini sedang gencar. (mdk/lar)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya