Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ditolak di Bandung, Uber kecewa

Ditolak di Bandung, Uber kecewa Taksi Uber Spanyol. ©AFP PHOTO/Quique GARCIA

Merdeka.com - Perusahaan teknologi aplikasi Uber buka suara soal penolakan di Bandung oleh Walikota Bandung. Menurut pihak Uber, mereka merasa kecewa dengan penolakan itu.

"Kami kecewa kepada beberapa pihak, yang sepertinya lebih mengutamakan untuk menjaga 'zona nyaman' kepentingan pihak-pihak tertentu dan mengesampingkan kebutuhan masyarakat akan penambahan pilihan berkendara serta kesempatan untuk meningkatkan lapangan pekerjaan kepada calon pengemudi, dengan cara membelokkan fakta mengenai pelayanan kami yang sesungguhnya," ujar Karun Arya dalam siaran persnya, Kamis (10/9).

Untuk itu, mereka pun meluruskan fakta permasalahan yang ada. Dikatakan Karun, Uber bukanlah perusahaan transportasi yang memiliki armada dan mempekerjakan pengemudi, melainkan perusahaan teknologi yang menghubungkan kebutuhan masyarakat.

"Uber tidak memiliki, mengoperasikan kendaraan atau mempekerjakan pengemudi. Platform bisnis kami hanyalah menghubungkan permintaan penumpang kepada mitra kami dari perusahaan penyewaan transportasi," jelasnya.

"Dan kami sangat mengutamakan keselamatan para konsumen," tambahnya.

Tambahan lainnya, ujarnya, pengemudi harus memberikan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) sebelum mereka dapat menggunakan aplikasi Uber. Dari sisi regulasi, mereka mengklaim jika Uber sudah sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku.

"Kendaraan yang dimiliki oleh mitra kami menggunakan pelat hitam yang telah mematuhi peraturan serta perundang-undangan yang berlaku," ujarnya.

(mdk/bbo)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP