Dibutuhkan pemerataan industri digital yang lebih
Merdeka.com - Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi negara raksasa digital ekonomi di Asia. Peluang itu bisa dilihat dari sisi jumlah pengguna internet, infrastrukstur telekomunikasi yang mulai merata, serta tingkat kesadaran orang Indonesia yang mulai tinggi.
Bahkan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara, berkali-kali menyampaikan jika pada tahun 2020, ekonomi digital Indonesia diprediksikan mampu menembus angka USD 130 miliar.
Meski begitu, menurut Vice-Chairman of Telematics Broadcasting, Research & Technology, KADIN Indonesia, Ilham Habibie, yang perlu dilakukan adalah pemeratan industri digital yang lebih merata.
Hal itu bertujuan agar tidak ada kesenjangan yang jauh antara orang yang sudah melek digital dan orang yang masih tetap berpola konvensional.
"Ini penting dilakukan edukasi yang lebih massif, karena jika kesenjangan pengetahuan digital tidak merata, maka akan semakin tampak kesenjangan sosial di tanah air," ungkapnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (5/10).
Maka itu, tidak ada salahnya untuk belajar dari keberhasilan negara-negara yang memiliki budaya digital yang lebih maju dibanding Indonesia. Hal itu dirasa penting karena seluruh dunia kini telah membahas mengenai era digital.
"Termasuk India yang memiliki budaya digital sedikit lebih maju dibanding Indonesia," katanya dalam acara konferensi COMSNETS Indonesia 2017.
Hal senada pun diutarakan oleh Menteri Elektronik dan Teknologi Informasi (MEITY) India, Ajay Kumar.
Menurut dia, perkembangan ICT dunia diwarnai dengan beragam isu menarik, seperti Implementasi Internet of Think (IoT) yang kian dekat kehidupan sehari-hari, trend e-commerce, cyber security, smart city dan trend lainnya yang mengarah pada era digitallife.
(mdk/idc)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya