Di Amerika, VoLTE menjamur
Merdeka.com - Perkembangan teknologi telekomunikasi selalu menarik untuk disimak. Inovasi-inovasi baru selalu muncul dan memudahkan para pengguna layanan telekomunikasi. Misalnya saja inovasi Voice Over Long Term Evolution (VoLTE).
VoLTE ini sederhananya, cara berkomunikasi baik suara maupun video dengan menggunakan jaringan LTE. Cara itu akhirnya menjadikan VoLTE ini tren di negara-negara luar. Sebagai contoh Amerika Utara.
Di Amerika Utara, VoLTE mungkin bukan lagi barang baru. Pasalnya, di sana hampir didominasi panggilan suara menggunakan VoLTE. Artinya hanya sedikit pelanggan yang menggunakan panggilan suara konvensional. Hal itu dikatakan oleh VP Head of Network Product Unit Ericsson Indonesia dan Timor Leste, Ronni Nurmal.
“Di Amerika Utara, hampir 60 persen voice call sudah dideliver menggunakan VoLTE,” kata Rooni kepada awak media di Jakarta, Kamis (6/7).
Lantas, bagaimana di Indonesia? Penerapan VoLTE di Indonesia, diakui Rooni, memang belum semassif di Amerika Utara. Padahal, dari sisi teknologinya sudah mampu menerapkan VoLTE. Alasan detailnya, dia tak menjawabnya. Hanya saja, potensi penerapan VoLTE di Indonesia sangat potensial.
“Jadi saya yakin potensi Indonesia untuk VoLTE ini akan sangat besar. Apalagi main drivernya adalah jumlah terminal yang capable VoLTE udah banyak. 1.000 terminal saat ini itu sebenernya udah ready untuk VoLTE,” jelasnya.
Sayangnya, Rooni tak menjelaskan detail keuntungan operator selular bila menggunakan layanan VoLTE.
“Saya gak bisa ngomong keuntungan operator luar menggunakan VoLTE ini. Silakan dicek di website mereka,” kata dia.
(mdk/idc)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya