Deretan Kekurangan Aplikasi Gratis, Tetap Bayar?
Merdeka.com - Aplikasi smartphone seringkali tidak kita 'syukuri.' Pasalnya, dari berbagai aplikasi yang sering kita pakai, kita merasa semua aplikasi smartphone itu gratis.
Namun itu tak benar. Bahkan hampir semua aplikasi smartphone mengharuskan kita membayar, atau kita dipapar iklan. Jadi, salah satu faktor penting untuk dipertimbangkan apakah aplikasi itu nanti akan digunakan dalam jangka waktu lama atau tidak adalah biaya. Karena memang aplikasi gratis itu tak ada.
Ya, mayoritas aplikasi gratis yang ada saat ini berjenis freemium, atau mengandung item berbayar di dalamnya (in-app purchase). Bahkan aplikasi gratis hampir semuanya 'dikotori' oleh iklan yang sering menganggu pengguna.
Nah, mari kita bahas deretan jenisnya.
Tiga Model Aplikasi Gratis
Model pertama aplikasi gratis ini adalah Spotify. Aplikasi ini menawarkan biaya berlangganan untuk menghapus iklan dan membuka fitur-fitur tambahan.
Fitur-fitur ini berupa mendengarkan musik offline dan memainkan musik sesuka hati, tidak dibatasi acak atau 'shuffle'.
Model kedua contohnya adalah membayar untuk mendapat konten baru. Contohnya game 'Plants vs. Zombie'.
Game ini mengharuskan pengguna untuk membayar untuk mendapatkan konten anyar, misalnya tumbuhan pembunuh zombie baru.
Model ketiga seperti 'Tinder'. Aplikasi kencan ini mempunyai versi berbayar yang memungkinkan akses ke layanan-layanan premium.
Mimpi Buruk Bagi Developer dan Pengguna
Aplikasi gratis memang paling banyak diunduh, karena, well, tidak dibutuhkan biaya sama sekali untuk menginstalnya. Akan tetapi ada satu kelemahan besar yang mengancam setiap aplikasi gratis di luar sana. Dicampakkan developer dan pengguna!
Untuk untung dari sebuah aplikasi gratis, movableonline menyatakan bila aplikasi itu harus diunduh dan diaktifkan versi premiumnya hingga 10.000 kali agar bisa untung.
Tentu angka tadi merupakan jumlah unduhan besar untuk aplikasi baru. Oleh sebab itu, aplikasi gratis tidak jarang ditinggal developernya karena tidak menghasilkan uang, meski masih dipakai oleh beberapa pengguna.
Oleh sebab itu, aplikasi graris yang sukses biasanya dibuat oleh developer raksasa, seperti Google. Atau aplikasi game dengan konten unik yang masih jarang ditemukan di toko aplikasi.
(mdk/idc)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya