Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dampak EduTech Cakap di Pendidikan Indonesia Kala Pandemi, Ini Laporannya

Dampak EduTech Cakap di Pendidikan Indonesia Kala Pandemi, Ini Laporannya platform edutech Cakap. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Dalam momentum Hari Pendidikan Nasional, aplikasi pembelajaran online Cakap menerbitkan laporan bertajuk "Social Impact Report 2020" baru-baru ini.

Laporan tersebut memuat upaya Cakap memanfaatkan teknologi informasi sebagai platform, yang menyediakan solusi pembelajaran terdepan dan telah memberikan akses ke pendidikan berkualitas tanpa mengharuskan para peserta didik mengunjungi institusi pendidikan secara umum.

“Berawal dari keyakinan terhadap akses pendidikan yang berkualitas adalah alat yang dapat mengubah hidup, Cakap hadir dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi yang mudah dan fleksibel untuk mendorong peningkatan kualitas SDM. Kami bukan hanya menyasar para pelajar, tapi juga para pelaku pendidikan, agar sama-sama bisa membangun kualitas diri masing-masing demi kemajuan bangsa di masa depan,” ujar Tomy Yunus, Co-founder dan CEO Cakap, dalam rilisnya, kemarin.

Ratusan Guru Dibantu

Laporan ini menyebutkan, Cakap telah memberdayakan lebih dari 600 guru profesional dari seluruh Indonesia sehingga para guru mampu mendapat penghasilan stabil sekaligus merasa nyaman mengajar karena dapat mengajar dari mana saja, bahkan dapat menjumpai muridnya yang berjarak lebih dari 5.000 km.

Cakap juga terus mengembangkan program kemitraan dengan lebih dari 188 perusahaan, yayasan, dan institusi pemerintah untuk memberikan akses pendidikan berkualitas di desa-desa tertinggal seperti Toba, Sumba, Lombok, Halmahera, hingga Sorong.

Dari sisi peningkatan penyelenggaraan pendidikan, berikut beberapa pengaruh sosial yang dapat disorot selama perjalanan Cakap pada tahun lalu. Antara lain di seluruh Indonesia, lebih dari 120.000 siswa berhasil menyelesaikan program pembelajaran melalui Cakap.

Kemudian Cakap telah menyelenggarakan lebih dari 500.000 sesi kelas pada tahun lalu, dan lebih 13.000 keluarga di desa-desa tertinggal tersentuh dampak secara sosial, karena anak-anak mereka berkesempatan memiliki pendidikan berkualitas secara khusus dan intensif melalui platform Cakap.

Menurut Tomy, tahun 2020 menjadi tahun pembelajaran dan transisi sekaligus momentum yang mana Cakap turut mengambil bagian dalam mendukung upaya pemerintah untuk terus memberikan pendidikan efektif kepada siswa sekalipun tidak ada tatap muka. Fakta bahwa 94 persen pelajar kehilangan akses pendidikan di sekolah akibat pandemi, kemudian membawa sistem pembelajaran edutech menjadi solusi alternatif yang paling logis untuk diadaptasi oleh institusi pendidikan.

Kesiapan fasilitas Cakap sebagai salah satu penyedia layanan edutech, membawa Cakap menjadi jembatan yang menghubungkan para pelajar dan para guru dari 95 kota lebih di 34 provinsi. Laporan Social Impact 2020 Cakap dapat diunduh di https://cakap.com/social-impact-report-2020/ (mdk/sya)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP