Curhatan CEO WhatsApp tentang pengunduran dirinya
Merdeka.com - CEO sekaligus salah satu pendiri WhatsApp, Jan Koum memutuskan untuk mengundurkan diri. Pemicu mundurnya dari jabatan bos besar WhatsApp itu, konon karena terjadi konflik dalam tubuh manajemen Facebook.
Terutama tentang privasi data pengguna WhatsApp dan dugaan melemahkan sistem enkripsinya.
Di dalam akun Facebooknya, ia menuliskan pernyataan lengkap terkait pengunduran dirinya itu. Berikut adalah pernyataan lengkap Koum yang dikutip dari akun Facebooknya.
Sudah hampir satu dekade sejak Brian dan saya memulai WhatsApp, dan ini merupakan perjalanan yang luar biasa dengan beberapa orang terbaik. Tapi sudah waktunya bagi saya untuk move on. Saya telah diberkati untuk bekerja dengan tim yang sangat kecil dan melihat bagaimana jumlah pengguna aplikasi yang digunakan oleh begitu banyak orang di seluruh dunia.
Saya akan pergi pada saat orang menggunakan WhatsApp dengan lebih banyak cara daripada yang saya bayangkan. Tim lebih kuat dari sebelumnya dan akan terus melakukan hal-hal menakjubkan. Saya meluangkan waktu untuk melakukan hal-hal yang saya nikmati di luar teknologi, seperti mengumpulkan Porsche langka, mengutak atik mobil dan bermain frisbee. Dan saya akan tetap bersorak pada WhatsApp - hanya dari luar. Terima kasih kepada semua orang yang telah membuat perjalanan ini menjadi mungkin.
Sebagaimana diketahui, Koum mendirikan WhatsApp bersama Acton pada tahun 2009. Facebook kemudian membelinya pada tahun 2014 senilai USD 19 miliar.
Acton sendiri lebih dulu mengundurkan diri pada akhir tahun lalu. Ia diketahui bergabung dengan layanan messaging bernama Signal yang digadang bakal jadi pesaing WhatsApp. (mdk/ara)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya