'China salip AS soal e-commerce gara-gara punya road map'
Merdeka.com - Direktur E-Business Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Azhar Hasyim menceritakan betapa hebatnya e-commerce China yang mampu tumbuh secara signifikan. Padahal dibandingkan dengan China, Amerika Serikat lebih dulu dalam menerapkan perdagangan online. Namun pada kenyataannya, Amerika Serikat mampu disalip jauh oleh China.
"China bisa menyalip Amerika Serikat disebabkan karena memiliki road map e-commerce sehingga mereka bisa tumbuh seperti saat ini," ujarnya saat diskusi yang bertajuk 'How government can actually help to incubate startup?' pada acara Ideafest 2016 di Jakarta Convention Center (JCC), Jumat (23/09).
Oleh sebab itu, dikatakannya, pemerintah pun telah memiliki road map e-commerce yang nantinya segera dapat dilakukan. Dalam road map tersebut, mengatur terkait tujuh hal. Tujuh hal itu di antaranya logistik, pendanaan, perlindungan konsumen, infrastruktur komunikasi, pajak, pendidikan dan sumber daya manusia, serta cyber security. Rencananya, road map e-commerce itu akan disahkan menjadi Peraturan Presiden (PerPres).
"Di sisi lain, dari pemerintah sendiri menargetkan jika pada tahun 2020 nilai transaksi belanja online di Indonesia mampu menembus angka USD 130 miliar. Oleh sebab itu, diperlukan adanya road map ini," jelasnya.
Sementara itu, menurut mantan Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA), Daniel Tumiwa, pertumbuhan online retail saat ini kurang lebih telah menembus angka rata-rata 3-4 persen. Data itu dia dapatkan dari hasil survey yang dilakukan oleh idEA baru-baru ini. Padahal, saat empat tahun lalu angkanya masih di bawah satu persen. Bos OLX Indonesia ini pun membandingkan dengan China yang di mana untuk menembus angka 7 persen butuh waktu 10 tahun.
"China untuk tembus 7 persen pertumbuhan online retail, mereka butuh waktu 10 tahun. Kalau kita 3-4 persen cuma butuh waktu empat tahun, berarti untuk menembus angka 7 persen itu bisa lebih cepat daripada China," ujar dia.
Dikatakannya, pemicunya adalah penetrasi internet dan smartphone yang sudah mulai meningkat.
"Orang-orang Indonesia idealnya online sih. Koneksi internet kita juga cenderung sudah lumayan cepat. Kalau dibandingkan China dulu berbeda ya. Jadi lebih ke arah penetrasi internet dan smartphone yang membuat ini lebih cepat," paparnya.
(mdk/idc)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya