Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Cegah bahaya layar biru, mode 'tidur' harusnya ada di smartphone

Cegah bahaya layar biru, mode 'tidur' harusnya ada di smartphone Ilustrasi gunakan smartphone di malam hari. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Anda mungkin sering mendengar bahwa cahaya yang dipancarkan smartphone dikenal sebagai cahaya biru yang mempunyai efek merugikan ketika kita tidur. Maka dari itu, banyak peneliti yang menyarankan bahwa lebih baik tidak menggunakan smartphone atau bahkan tidur dengan smartphone.

Sementara itu, Profesor Paul Gringaras, seorang dokter di London mengatakan bahwa harusnya produsen smartphone harus bertanggung jawab dengan efek negatif tersebut. Seperti dilansir dari Uber Gizmo, dokter tersebut menyarankan agar smartphone diberi mode 'tidur'.

Banyaknya smartphone baru dengan layar besar dan lebih terang dari sebelumnya, membuat cahaya biru semakin besar efeknya.

"Itu sangat bagus untuk siang hari, tetapi mengerikan jika digunakan di malam hari. Menurut sebuah data, ada hubungan jika bermain dengan smartphone pada malam hari, akan membuat susah tidur selama 1 jam lebih lama," ujar Gringras.

Sebenarnya sudah ada aplikasi yang membantu mengurangi cahaya yang ditimbulkan smartphone, tetapi aplikasi ini hanya tersedia di Android. Perangkat iOS dan Windows Phone tidak akan bisa mencegah cahaya biru smartphone.

Sepertinya memang mode 'tidur' yang disarankan dokter di London ini memang sangat diperlukan ada di setiap smartphone. Produsen smartphone Philips saja mulai menyadarinya dan menambahkan layar anti biru yang diusung untuk smartphone barunya.

Mungkin produsen bisa meminimalisir pemberitahuan yang masuk ketika mode tidur diaktifkan. Sehingga pengguna tidak tergoda untuk terus menggunakan smartphone saat malam.

(mdk/lar)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP