Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Canggihnya Otak Lalat Buah, Lebih Hebat Dari Komputer?

Canggihnya Otak Lalat Buah, Lebih Hebat Dari Komputer? Ilustrasi lalat buah. ©Shutterstock.com/Surakit

Merdeka.com - Dalam mengembangkan kecerdasan buatan, diperlukan adanya alogritma yang juga canggih. Nah, biasanya dalam membuat algoritma yang canggih, para ilmuwan mencari inspirasi dari alam.

Ternyata, hal semacam ini bisa ditemukan lewat lalat buah.

Menurut para ilmuwan yang dikutip oleh The Verge, lalat buah selalu melakukan 'pencarian kesamaan' yang biasa dilakukan komputer kita.

Contohnya, jika kita mencari video tutorial memasak dari Gordon Ramsay di YouTube, daftar rekomendasi kita juga akan menampilkan berbagai tutroial memasak dari chef dan bahkan Youtuber lain.

Hal ini dikarenakan algoritma akan memprediksi kesamaan hasil pencarian dari kata kunci yang Anda masukkan.

Nah, lalat buah secara alami melakukan ini. Ketika mereka mencium bau jeruk yang merupakan makanan, di masa depan mereka akan tahu kalau ada bau yang mirip jeruk pasti juga makanan.

Jadi algoritma alami tersebut adalah metode mereka dalam bertahan hidup.

Jadi Objek Penelitian Ilmuwan

Tentu metode lalat adalah metode yang sangat jauh berbeda dengan komputer. Itulah mengapa ilmuwan ingin menelitinya.

Komputer sendiri melihat dari berbagai hal untuk melakukan algoritma. Seperti menentukan tutorial memasak tadi, algoritma akan mempertimbangkan banyak sekali hal sebelum memberi Anda rekomendasi. Mulai dari tipe video, jenis kelamin kreator, jenis masakan yang dimasak, dan masih banyak lagi.

Hal ini yang membuat adanya kesamaan dan akan ditampilkan jika masing-masing kategori dicari. Namun, lalat melakukan sebaliknya.

hal ini diungkap oleh Saket Navlakha, salah satu penulis studi ini yang merupakan ilmuwan komputer dari Sak Institute for Biological Studies.

Ia menyebut bahwa ketika lalat buah mencium sesuatu untuk pertama kalinya, 50 neuron menyala dalam kombinasi yang unik, dan justru memperluas informasihnya jadi lebih detil, kepada hingga 2000 neuron.

Hal ini membuat lalat buah dapat mengenali bau yang sama lebih cepat, karena disebar ke neuron yang lebih luas.

Tentu algoritma komputer masih belum secanggih itu untuk melakukannya. Apakah suatu saat akan bisa? Kita lihat saja.

(mdk/idc)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP