Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bukan kalah saing, jual aset Asia Tenggara justru untungkan Uber

Bukan kalah saing, jual aset Asia Tenggara justru untungkan Uber Grab akuisisi Uber. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Salah satu berita terpanas dari dunia startup datang dari perusahaan ride-sharing Uber yang menjual aset dan bisnisnya di Asia Tenggara ke sang rival, Grab.

Banyak yang menganggap fenomena ini terjadi karena Uber kalah bersaing dengan perusahaan ride-sharing asli Asia Tenggara tersebut. Namun kesepakatan ini merupakan kemenangan bagi dua belah pihak, baik Uber maupun Grab.

Di sisi Uber, 'bayaran' Uber dari kesepakatan ini adalah 27,5 persen saham Grab yang memiliki valuasi 6 milyar Dollar AS. Saham ini, kira-kira senilai 1,6 milyar Dollar. Hanya dengan melihat angka ini saja, Uber sudah untung besar karena mereka sebelumnya hanya berinvestasi 700 juta Dollar selama lima tahun terakhir di Asia Tenggara.

Dari sisi Grab, tentu mereka untung besar karena mereka 'menutup' rival terkuatnya di Asia Tenggara. Belum lagi 'impor' berupa driver dan juga penumpang setia Uber yang disarankan berpindah ke Grab. Tak cuma itu, beberapa platform seperti Uber Eats juga masuk ke platform delivery makanan milik Grab, GrabFood.

Menurut Techcrunch, pangsa pasar Uber dan juga Grab di Asia Tenggara sendiri "sangat berbeda" dan "cukup merata". Jadi sebenarnya Uber sama sekali tidak kalah, namun membiarkan Grab untuk mendominasi di Asia Tenggara dan pulang membawa untung besar.

Grab sendiri yang sebelumnya hanya layanan taksi berbasis pembayaran tunai, kini sudah menawarkan berbagai layanan: mulai dari taksi online, car-pool atau nebeng, persewaan sepeda online, delivery makanan, dan sebagainya.

(mdk/idc)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP