Buang aplikasi anti hacker dari iTunes, Apple sudah keterlaluan?
Merdeka.com - Salah satu aplikasi yang makin marak dibutuhkan adalah aplikasi keamanan, seiring dengan meningkatnya kasus peretasan smartphone. Namun kebijakan sensor aplikasi Apple justru berkata sebaliknya.
Menurut Forbes, Apple baru saja 'membuang' aplikasi bernama "System and Security Info" dari iTunes. Padahal aplikasi ini adalah satu-satunya yang dapat memberikan informasi pada pengguna bila iPhone mereka jadi korban peretasan atau penyadapan. Hebatnya lagi, aplikasi ini bisa memberi tahu bila iPhone sudah di-jailbreak atau belum (mirip root di Android).
Aplikasi keamanan yang dapat dibeli dengan harga Rp 13 ribuan ini adalah buatan pakar keamanan siber asal Jerman, Stefan Esser. Pria berkacamata ini mengembangkan "System and Security Info" karena dia sadar bila tidak ada sama sekali aplikasi yang bisa memberi tahu pengguna iPhone bila dirinya jadi korban peretasan.
Dalam email pengumuman penghapusan "System and Security Info" dari iTunes yang diberikan Apple pada Stefan, terungkap bila Apple melakukan hal tersebut karena aplikasi itu dianggap dapat memberikan info yang salah pada pengguna iPhone. Akan tetapi Stefan mengatakan sebaliknya mengingat Apple tidak memberikan informasi secara mendetil.
"Email Apple itu pada dasarnya mengatakan: Kami (Apple) tidak ingin pengguna merasa iOS memiliki kerentanan keamanan," ujar Stefan di akun Twitternya.
Stefan juga memiliki pemikiran bila iOS terbaru, atau versi 9.3.2, mempunyai celah keamanan (bug) yang belum bisa diperbaiki oleh Apple atau baru diperbaiki di iOS 10. Dan keberadaan aplikasinya itu bisa membuat orang-orang sadar bila iOS masih menjadi sarang bug.
(mdk/bbo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya