Bos Erigo sebut kontribusi penjualan online sudah 50 persen
Merdeka.com - Tren berbelanja online memang kini makin diminati. Hal itu terbukti dari penjualan pakaian yang dilakukan oleh brand Erigo melalui online. Erigo sendiri merupakan brand ready to wear asli Indonesia.
Menurut CEO Erigo, Muhammad Sadad, dulu sebelum booming e-commerce, penjualan beragam produknya lebih didominasi melalui offline alias lewat pameran-pameran. Namun, belakang ini, perilaku konsumen mulai bergeser ke belanja online.
“Dulu didominasi sama offline lewat pameran-pameran. Sekitar 80 persen dari offline. Sekarang malah arahnya 50:50. Maksudnya, 50 persen dari pameran, 50 persen sisanya dari online. Online ini menjanjikan,” ungkapnya saat ditemui usai meluncurkan aplikasi Erigo di Jakarta, Jumat (16/3).
Dikatakannya, penjualan melalui online tak hanya bekerja sama dengan market place seperti Lazada saja, melainkan juga pihaknya membuat etalase online sendiri untuk berbelanja. Pelan tapi pasti, kini Erigo mulai mengembangkan medium penjualannya melalui aplikasi.
“Untuk saat ini baru Android saja. Udah bisa didownload juga. Sementara untuk App Store kita menyusul. Harapannya sebelum lebaran udah bisa jadi,” katanya.
Meski tren cenderung ke online, Sadad menyadari bahwa tidak semua pelanggannya berbelanja melalui online. Berdasarkan data internalnya, sebagian besar pelanggannya yang berbelanja online, baru di kawasan Jawa seperti Jawa Barat dan Jakarta.
“Makanya kita ada gerai fisik di Palembang dan Medan. Dua kota itu, kalau kita lagi adain pameran banyak peminatnya, tetapi kalau online kurang. Itulah kenapa kita pilih dua kota itu untuk gerai resminya,” jelasnya.
Ia berharap, ke depan prosentase penjualan produknya bisa didominasi melalui online.
“Mudah-mudahan online bisa sampai 80 persen,” jelasnya. (mdk/idc)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya