Bolt! akui paling pertama komersialkan 4G LTE-Advanced
Merdeka.com - Bolt! mengklaim jika mereka lebih dulu menerapkan teknologi 4G LTE-Advanced dibandingkan pesaingnya. Teknologi yang sedang ramai diperbincangkan itu, diakui mereka, sudah dikomersialkan sejak 26 April 2015 lalu di seluruh wilayah operasionalnya. Hal itu seperti yang diungkapkan oleh CEO Bolt! Dicky Moechtar.
"Kita itu sebenarnya udah pakai 4G LTE-Advanced sejak 26 April lalu di seluruh daerah operasional kita. Kita udah lebih dulu dibandingkan yang lain," ujarnya kepada Merdeka.com di Jakarta, Jumat (21/8).
Senada dengan pernyataan dari Chief Technology Officer (CTO), Bolt!, Devid Gubeni, yang mengatakan teknologi 4G LTE-Advanced sudah dikembangkan ke seluruh wilayah operasional Bolt!
"Kita punya kecepatan untuk teknologi 4G LTE-Advanced 162 Mbps. Tapi, implementasi di lapangan hanya 150 Mbps," kata Gubeni.
Jika mengacu pada teori, teknologi 4G LTE-Advanced mampu menembus kecepatan koneksi hingga 300 Mbps. Sementara, untuk 4G LTE bisa sampai 150 Mbps.
Terlepas dari itu, kata Dicky, keberadaan pesaingnya yang baru menerapkan teknologi itu perlu diapresiasi. Bukan hanya dari sisi menyediakan kecepatan akses internet bagi masyarakat, tetapi adanya persaingan industri yang seimbang.
"Kita mengapresiasi keberadaan pemain yang baru pakai teknologi 4G LTE-Advanced. Jadi, kita bisa berlomba-lomba kasih layanan terbaik buat konsumen," kata Dicky.
Sebagaimana diketahui, saat ini wilayah operasional Bolt! berada di wilayah Jabodetabek, Banten, dan Medan dengan total Base Transceiver Station atau BTS yang dimilikinya 3.400. Di wilayah Jabodetabek Banten 3200 BTS dan di Medan berjumlah 200 BTS. Untuk jumlah pelanggan Bolt!, saat ini mencapai 1,5 juta lebih pelanggan dan ditargetkan sampai akhir tahun mencapai 2 juta pelanggan.
(mdk/gni)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya