Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Gara-gara ganja, remaja Kanada ini jadi pengangguran

Gara-gara ganja, remaja Kanada ini jadi pengangguran Ganja. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Selalu hati-hati dengan segala aktivitas Anda di jejaring sosial. Terlebih, jika aktivitas tersebut merujuk pada sebuah tindakan melawan hukum.

Seperti yang dilansir oleh Mashable (15/8), prinsip ini yang nampaknya tak dipegang teguh oleh seorang pengguna Twitter di Kanada. Akibat ceroboh mengumbar aib, dirinya pun diawasi polisi dan kehilangan pekerjaannya.

Kisah ini bermula saat Sunit Baheerathan, remaja Kanada 20 tahun, berkicau di Twitternya. Di dalam kicauan ini, ternyata Sunit meminta siapa saja yang memiliki ganja agar mengirimkan barang haram tersebut ke rumahnya.

Ternyata, hal ini diketahui oleh sebuah akun Twitter kepolisian setempat, York Regional Police. Segera saja, akun polisi tersebut membalas tweet Sunit, "Hebat, kami boleh datang juga kan?"

Mengetahui hal ini, Sunit kemudian menghapus tweet miliknya. Kemudian, dirinya pun membuat konfirmasi bahwa hal tersebut hanyalah guyonan.

Sayang, guyonan ini tak ditanggapi dengan baik oleh Mr. Lube, tempat Sunit bekerja. Sehingga, lagi-lagi lewat sebuah tweet, Mr. Lube menyatakan bahwa Sunit telah dipecat secara tak langsung.

"Terima kasih kepada York Regional Police atas bantuan dan kerja kerasnya. Hal ini sudah kami tangani," tulis Mr. Lube.

Awesome! Can we come too? MT @Sunith_DB8R Any dealers in Vaughan wanna make a 20sac chop? Come to Keele/Langstaff Mr. Lube, need a spliff.

— York Regional Police (@YRP) August 13, 2013 (mdk/nvl)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP