Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Berasal dari laut, mengapa air hujan tak asin?

Berasal dari laut, mengapa air hujan tak asin? Hujan. ©shutterstock.com/Alexander Shadrin

Merdeka.com - Apabila Anda ingat pelajaran IPA saat SMP atau SMA, tentu Anda sudah tahu bila sebagian besar air hujan itu berasal dari air laut. Sebagian lainnya dari danau dan sungai. Namun, apakah Anda tidak penasaran mengapa air hujan tetap tawar tidak asin?

Semua kesalahan matahari

Matahari setiap hari menyinari seluruh kawasan Bumi, termasuk lautan. Rata-rata kawasan laut seluas satu meter persegi mendapatkan energi matahari sebesar 1 kilowatt. Nah, energi ini mampu memanaskan dan menguapkan air laut. Uap air itu kemudian akan naik ke atas dan terkumpul hingga membentuk awan bakal hujan.

fenomena halo matahari di venezuela

Fenomena Halo Matahari di Venezuela ©AFP PHOTO/JUAN BARRETO

Sayangnya, energi matahari yang terbatas 1 kilowatt itu hanya mampu menguapkan air laut, tidak termasuk ion-ion di dalamnya. Seperti yang sudah Anda baca di artikel soal alasan mengapa air laut asin sebelumnya, ion klorida dan sodium-lah yang menyebabkan air laut asin.

Singkatnya, energi matahari hanya mampu mengangkat uap air ke atas, tidak termasuk garam yang terkandung di air laut tadi. Akibatnya awan hujan tetap berupa air murni yang rasanya tawar.

Bagaimana kalau hujan asam?

Di abad ke-21 ini banyak kawasan Bumi yang terkena hujan asam. Hujan asam tidak disebabkan oleh air yang berasal dari laut, melainkan kontaminasi yang terjadi pada mendung.

air hujan darah spanyol

Ilustrasi hujan asam www.laboratoryequipment.com

Hujan pada dasarnya memang bersifat asam (memiliki pH di bawah 5,6), semua akibat kontaminasi gas karbondioksida pada awan hujan.

Pada kasus hujan asam yang berbahaya, kontaminasi tidak hanya diakibatkan oleh tingginya konsentrasi gas karbondioksida, tetapi juga keberadaan belerang dan nitrogen. Gas-gas tadi, terutama belerang ada akibat pembakaran bahan bakar fosil dari kendaraan bermotor dan pabrik-pabrik.

Air hujan asam dapat akan meningkatkan kadar keasaman tanah dan air permukaan yang terbukti berbahaya bagi kehidupan ikan dan tanaman. Hujan asam juga berbahaya bagi kendaraan dan besi karena bisa mempercepat proses pengkaratan.

Sumber: NOAA, The Naked Scientist

(mdk/bbo)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP