Benarkah pestisida bisa rusak gen manusia?
Merdeka.com - Di era pertanian modern, banyak petani yang menggunakan pestisida untuk melindungi tanaman dari serangan hama. Tetapi konsumsi bahan makanan yang telah terkontaminasi pestisida jenis tertentu bisa membahayakan kelangsungan anak cucu manusia.
Berdasarkan sebuah jurnal ilmiah yang diterbitkan di PLOS ONE baru-baru ini, pestisida jenis insektisida berbahan Methoxychlor masuk dalam kategori sangat berbahaya bagi kesehatan generasi masa depan. Mengapa bisa demikian?
Zat kimia Methoxychlor yang dulu banyak terdapat pada insektisida DDT (telah di larang sejak puluhan tahun yang lalu) dan insektisida buah-buahan, sayuran, dan ternak modern ditengarai mempengaruhi gen pada tubuh manusia. Parahnya, kerusakan atau mutasi gen baru akan muncul pada keturunan manusia yang mengonsumsi Methoxychlor. Kebanyakan korbannya diketahui berasal berjenis kelamin wanita.
Kerusakan DNA yang terjadi bisa memicu timbulnya penyakit berbahaya seperti gagal ginjal, penyakit rahim, hingga obesitas.
Hasil penelitian tersebut juga mengatakan bila kontaminasi zat Methoxychlor lewat bahan makanan lebih banyak terjadi dalam kurun waktu beberapa dekade yang lalu. Oleh sebab itu, generasi saat ini lah yang dipercaya menjadi korban. Hal ini merujuk pada peningkatan jumlah munculnya penyakit mematikan baru meskipun tidak terdapat faktor bawaan keturunan sebelumnya.
(mdk/bbo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya