Benarkah kelelawar itu buta?
Merdeka.com - Selama ini banyak yang mengatakan bahwa kelelawar merupakan hewan malam yang buta dan mereka terbang hanya menggunakan kemampuan pendengaran, penciuman, dan sensor lain yang dapat membantunya untuk menemukan mangsa.
Ternyata, kelelawar tidak buta. Bagaimana bisa?
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh ketua penelitian Asaf Tsoar, di Movement Ecology Laboratory di Hebrew University of Jerusalem, menyatakan bahwa kelelawar sama sekali tidak buta, seperti yang dilansir Business Insider (17/8).
Hal ini dibuktikan oleh para ilmuwan kepada kelelawar buah Mesir yang dapat terbang sangat cepat dari rumah ke pohon tanpa menabrak benda apapun. Hanya saja itu terlalu dangkal untuk sebuah pembuktian.
Hingga pada suatu ketika, para ilmuwan mencoba membawa pergi beberapa kelelawar sejauh 38km ke arah selatan dari sarang utamanya kemudian dilepaskan. Apa yang terjadi?
Kelelawar itu akhirnya kembali ke sarang utama dengan jumlah yang sama tanpa ada yang kesasar. Ini cukup membuktikan bahwa kelelawar bukanlah hewan buta.
"Mekanisme penglihatan mereka (kelelawar) adalah navigasi skala besar," ujar salah satu ilmuwan yang ikut dalam penelitian tersebut.
"Mereka nampaknya akan menciptakan peta mental yang berbasis visual dari wilayah yang memungkinkan untuk terbang meskipun dari lokasi yang jauh," tambahnya.
(mdk/ega)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya