Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Benarkah bulan purnama jadi pertanda 'apes' manusia?

Benarkah bulan purnama jadi pertanda 'apes' manusia? Ilustrasi bulan purnama. ©Shutterstock.com/panbazil

Merdeka.com - Bulan purnama bagi banyak peradaban di dunia kerap dikaitkan dengan hal-hal berbau supranatural, bahkan setan. Sebut saja legenda tentang werewolf atau manusia serigala yang hanya bisa berubah saat bulan purnama muncul.

Bahkan, kemunculan bulan purnama kerap dikaitkan dengan hal-hal 'apes' yang menimpa manusia, sebut saja meningkatnya tindak kriminal hingga bertemu hantu. Akan tetapi, ilmuwan dari Universitas California membantah semua mitos tersebut.

Berdasarkan penelitian Dr. Jean-Luc Margot, tidak ditemukan adanya hubungan antara kemunculan bulan purnama dengan tindakan anarki, persebaran penyakit di masyarakat, atau nasib jelek lain. Ilmuwan Universitas California itu mengatakan bila hal itu semata-mata adalah kepercayaan yang terlanjur mengakar di masyarakat.

"Kemunculan bulan purnama mempengaruhi pemikiran negatif manusia yang kerap dikaitkan dengan terjadinya kecelakaan, kenaikan jumlah pasien rumah sakit, masalah saat melahirkan, hingga tindak kejahatan. Namun, bulan sejatinya tidak bersalah," ujar Dr. Margot, Daily Mail (01/04).

Lebih lanjut, kepercayaan yang kerap menghubungkan bulan purnama dengan nasib buruk yang menimpa manusia dikatakan oleh Dr. Margot adalah bentuk penolakan terhadap fakta. Ya, manusia lebih suka memastikan penyebab terjadinya sebuah fenomena dengan kepercayaan mereka, bukannya data dan fakta yang ada.

Apakah Anda termasuk salah satu yang mempercayai mitos bulan purnama tersebut?

(mdk/bbo)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP