BeKraf prioritaskan tiga sektor ekonomi kreatif
Merdeka.com - Pemerintah melalui Badan Ekonomi Kreatif (BeKraf) memiliki tiga prioritas ekonomi kreatif yang akan dikembangkan. Tiga prioritas itu adalah Film, Aplikasi, dan Musik.
Menurut Kepala BeKraf, Triawan Munaf, mengatakan alasan ketiga sektor ekonomi kreatif itu menjadi prioritas karena ketiga sektor tersebut saat ini memiliki daya tarik ekonomi yang luar biasa dari 16 sub sektor ekonomi kreatif.
"Ada tiga prioritas kami, yakni film, aplikasi, dan musik. Saat ini, film belum bisa hasilkan ekonomi yang berarti buat Indonesia. Padahal potensinya besar. Banyak persoalan yang harus dibereskan. Lalu, aplikasi misalnya game. Kemudian, musik. Musik adalah salah satu popular culture dan banyak sekali talent di Indonesia untuk sektor musik ini," ujarnya pada acara Mobile Marketing Association (MMA) 2015 di Ritz Carlton, Jakarta, Kamis (15/10).
Ia pun mengakui untuk membereskan ketiga prioritas itu tak semudah membalikkan telapak tangan. Hal ini lantaran di setiap subsektor ekonomi kreatif menyimpan banyak persoalan sendiri-sendiri.
"Setiap sub sektor ekonomi kreatif memiliki masalahnya masing-masing seperti financing, regulasi, SDM, promosi, infrastructure, distribusi, dan law enforcement," tuturnya.
Kendati begitu, dirinya optimis untuk berusaha mengejar ketertinggalan sektor ekonomi kreatif di Indonesia. Bahkan melalui misinya, ia sesumbar jika tahun 2030, Indonesia mampu diandalkan dalam hal ekonomi kreatif.
"Kita harus mengejar ketertinggalan itu. Kami punya misi agar Indonesia jadi pemain handal di dunia tahun 2030. Kita ketinggalan dibidang ekonomi kreatif. Kami harus menyatukan seluruh aset dan Indonesia. Selama ini data riset yang dimiliki belum cukup kita analisis. Ecosystem dari subsektor masih berantakan," ujarnya. (mdk/hwa)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya