Begini salah satu strategi pemerintah ciptakan technopreneur baru
Merdeka.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) dan Huawei membuka pusat Inovasi untuk mencetak technopreneur muda di bidang konten dan aplikasi.
Maklum, hal ini juga sejalan dengan misi pemerintah yang ingin menciptakan 1000 technopreneur sampai tahun 2020. Artinya, untuk mencapai itu paling tidak harus ada 200 technopreneur baru muncul setiap tahunnya.
"Saat ini kalau melihat dari sisi e-commerce itu, value e-commerce Indonesia pada tahun 2020 diharapkan bisa mencapai angka minimal USD130 miliar," kata Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara, saat meresmikan pusat inovasi hasil kerja sama Kemkominfo dengan Huawei di Jakarta, Selasa (19/1).
Oleh sebab itu, kata Dia, dengan munculnya 200 technopreneur baru per tahun, maka akan bisa meningkatkan aktivitas dari e-commerce nantinya.
"Sehingga ujungnya diharapkan e-commerce dapat menjadi pendorong ekonomi digital Indonesia," lanjut pria kelahiran Bogor ini.
Pusat inovasi itu memiliki beberapa program mulai dari pelatihan di bidang TIK, memfasilitasi penelitian bersama dan menyediakan konsultasi di bidang TIK. Kegiatan tersebut dilakukan untuk membentuk ekosistem digital yang membantu melahirkan lebih banyak technopreneur muda, didukung infrastruktur berupa ruang kelas dan perangkat Virtual Desktop Infrastructure milik Huawei.
(mdk/lar)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya