Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bandara Ini Gunakan Deteksi Wajah Untuk Check In

Bandara Ini Gunakan Deteksi Wajah Untuk Check In 68 Pesawat Delay di Bandara Ahmad Yani. ©2019 Merdeka.com/Danny Adriadhi Utama

Merdeka.com - Bandara Gatwick di Inggris menjadi bandara pertama Inggris yang akan menggunakan alat deteksi wajah untuk check in mandiri. Alat akan berbentuk kamera yang sekaligus mengecek identitas terdaftar dalam sistem. Alat dikatakan dapat mengurangi waktu mengantri penumpang.

Penggunaan alat ini sebagai respon dari keberhasilan uji coba alat check in mandiri pada tahun lalu.

"Lebih dari 90 persen orang yang kami wawancara mengaku teknologi ini sangat mudah digunakan, mempercepat boarding, dan mengurangi waktu antre." kata seorang juru bicara dari bandara Gatwick, seperti dilansir dari BBC, Kamis (19/9).

Dia melanjutkan, bandara berencana akan melanjutkan uji coba hingga enam bulan ke depan, dan menggunakan teknologi ini pada delapan pintu keberangkatan di terminal utara.

Meski demikian, penumpang tetap perlu melewati cek bagasi dan membawa boarding pass pada pengecekan keamanan (security checkpoint). Selain itu, mereka juga perlu melakukan pemindaian paspor agar bisa dipastikan sesuai foto wajahnya.

Undang Reaksi Masyarakat

masyarakatRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Penggunaan alat deteksi ini mengundang perhatian satu organisasi masyarakat sipil bernama Privacy International. Pihaknya mengatakan bahwa memberitahu penumpang soal teknologi pendeteksi wajah yang langsung digunakan ketika sudah di dalam area check in, kurang memenuhi unsur transparansi yang diatur dalam regulasi perlindungan data.

"Jikalau penumpang adalah anak kecil maka perhatian akan lebih besar. Mereka perlu proteksi khusus dan memiliki resiko lebih besar ketika datanya diambil pihak bandara," kata Ioannis Kouvakas dari Privacy International.

Menanggapi itu, juru bicara Gatwick mengaku bahwa sistemnya sudah memenuhi semua kriteria regulasi perlindungan data. Selain itu, penumpang juga bisa memilih untuk paspornya dicek oleh petugas, bukan alat. Anak kecil pun akan memerlukan persetujuan orang tua dalam pengecekan.

"Uji coba selanjutnya akan ada enam bulan ke depan dan tidak akan ada data yang disimpan, hanya ditahan sementara ketika melakukan cek identitas. Hanya beberapa detik," pungkasnya.

(mdk/idc)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP