Awas! Mobile banking kerap disusupi malware
Merdeka.com - Malware akan terus tumbuh seiring kemajuan teknologi. Maka, jangan heran manakala kasus-kasus pembajakan maupun pencurian sering terdengar. Menurut Dony Koesmandarin, Territory Channel Manager, Kaspersky SEA - Indonesia, di Indonesia malware seringkali menyerang pengguna mobile banking dan e-commerce.
Prediksinya, masih didominasi mobil banking daripada e-commerce. E-commerce dalam hal ini pada metode pembayarannya atau transaksi onlinenya.
"Kalau menurut saya prediksinya bisa mencapai 70 persen menyerang mobile banking dan 30 persen serang transaksi online e-commerce," ujarnya.
Hal itu kata dia, potensi perbankan memang fokus utama para pembuat malware yang melihat bahwa masyarakat khususnya di Indonesia sudah mulai banyak yang bertransaksi menggunakan mobile banking. Sementara untuk e-commerce, diyakininya lantaran e-commerce di negeri ini belum begitu masif seperti di luar negeri.
"Intinya, mereka itu buat malware kalau ada celah dan menguntungkan juga bagi mereka. Mereka kan itu pasti berpikir, apa benefitnya. Sehingga mobile banking menjadi sasaran utama mereka," ujarnya.
Dia pun mengungkapkan bahwa tren di beberapa negara pun ada yang sama, jika mobile banking yang paling rentan terkena malware. "Kebanyakan di beberapa negara mobile banking. Kemudian kedua, government," jelasnya.
Terlepas dari itu, menilik data dari KSN menunjukkan bahwa dari kuartal pertama ke kuartal kedua tahun 2015, pertumbuhan malware yang diduga menyerang perangkat mobile dua kali lipat lebih banyak. Begitu juga malware yang baru yang akan siap menyerang perangkat mobile.
"Bayangkan saja yang dicurigai menyerang saja dari kuartal pertama tahun 2015 mencapai 147.835 serangan menjadi bertambah 1.048.129 serangan. Tingginya ini juga dipicu dari tumbuhnya pengguna smartphone," katanya.
(mdk/bbo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya