Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Apple dan Foxconn dikecam karena pekerjakan siswa magang 11 jam per hari

Apple dan Foxconn dikecam karena pekerjakan siswa magang 11 jam per hari Foxconn. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Foxconn, produsen smartphone yang merupakan mitra Apple dalam merakit iPhone, kini sedang dalam masalah. Kasusnya tidak main-main, soal buruh yang bekerja melebihi jam yang semestinya.

Melalui penyelidikan Financial Times (FT) yang dikutip Phone Arena, ditemukan enam orang buruh yang bekerja 'lembur' untuk memenuhi target pre-order iPhone X, di tengah mepetnya proses produksi.

Parahnya, enam orang tersebut adalah siswa magang. Anak-anak muda tersebut harus membungkuk di menghadap conveyor belt selama 11 jam. Hal ini melanggar undang-undang yang berlaku di China, soal pengamanan untuk siswa magang, belum lagi soal jam kerja dan upah.

Laporan FT sebenarnya juga menyebut bahwa para siswa secara sukarela ingin bekerja dalam shift panjang. Namun FT mencatat juga ada yang aneh, di mana para siswa diwajibkan untuk bekerja selayaknya buruh di pabrik, demi sertifikat magang dan pengalaman kerja yang diterbitkan Foxconn.

Salah seorang anak yang diwawancarai oleh FT, menyebut bahwa mereka berhasil merakit 1200 kamera iPhone X dalam 11 jam kerja. Temuan fakta ini dikaitkan dengan kinerja robot yang per harinya bahkan tak bisa mencapai angka tersebut dan tingkat presisi yang lebih sempurna dari manusia.

Laporan ini langsung ditanggapi oleh Apple, dengan melakukan investigasi ke pabrik Foxconn. Apple mengakui adanya kesalahan ini. Berikut potongan pernyataan resmi Apple:

"Kami telah memastikan bahwa para siswa tersebut bekerja dengan sukarela, diberi kompensasi, dan diberi banyak manfaat. Meski demikian seharusnya mereka tak diizinkan untuk bekerja lembur (dengan sukarela)."

Menurut Anda?

(mdk/idc)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP