Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Apakah kecantikan setara dengan kepintaran?

Apakah kecantikan setara dengan kepintaran? Kecantikan setara dengan kepintaran?. © dailymail.co.uk

Merdeka.com - Kecantikan dan kepintaran seringkali jadi kualitas yang dicari dari seorang wanita, atau pria. Bahkan seringkali masyarakat mengaitkan dua hal tersebut, di mana jika seseorang cantik, biasanya juga pintar, layaknya Miss Universe. Namun apakah hal tersebut benar?

Dilansir dari Huffington Post (3/3), stereotip ini terbukti benar di banyak sampel. Di mana selain ramah, penuh kepercayaan dan mudah memaafkan, seseorang yang berwajah 'good-looking' juga pintar.

Namun untuk meneliti hal ini ternyata cukup sulit. Mengapa? Karena persepsi 'cantik' atau 'ganteng,' serta kepintaran dan intelejensia, adalah hal yang subyektif di setiap orang. Dalam penelitian ini, para ilmuwan diharuskan menyamakan standar persepsi intelejensia terlebih dahulu, dengan menanyakan tentang perilaku mereka sehari-hari, dan prestasi akademik. Dua hal ini dapat merepresentasikan bagaimana intelejensia seseorang.

Studi ini berfokus kepada 100 mahasiswa di Universitas St. Andrews, dan mahasiswa yang difoto ini hanya dibatasi dari ras Kaukasian untuk menghindari prasangka rasial. Untuk hasil studi yang lebih akurat, mereka diharuskan untuk membuat ekspresi netral ketika dipotret, serta tidak memakai makeup atau perhiasan.

Setelah itu 124 partisipan ditanya untuk menilai 100 foto wajah tersebut, dengan penilaian seberapa menarik mereka yang ada di foto tersebut.

Hasilnya, para peneliti menemukan bahwa mahasiswa yang dinilai lebih menarik, juga mencetak skor yang tinggi di sisi akademisnya.

Namun ternyata hasil studi ini tak membuktikan apa-apa soal korelasi kecantikan dengan kepintaran. Justru hasil studi ini memperlihatkan bahwa seseorang yang punya kecerdasan yang lebih, juga punya kemampuan untuk mengelola ekspresi wajah yang dapat mempengaruhi 'first impression' partisipan, sehingga mempengaruhi keputusan yang diambil. Seperti kita tahu, opini kita terhadap seseorang ditentukan oleh pertemuan pertama kita dengan seseorang tersebut.

Penelitian ini berfokus kepada efek dari kecantikan yang seringkali menyesatkan, dan hal ini seringkali berbahaya jika diaplikasikan dalam dunia kerja dan pendidikan. Bisa dicontohkan bila seseorang merasa dirinya cantik, alam bawah sadarnya akan mendorong dia untuk lebih percaya diri dalam melakukan hal yang dia kerjakan. Dari sana tingkat intelejensia bisa meningkat.

Jadi yang perlu digarisbawahi di sini adalah, kecerdasan seseorang mempengaruhi persepsi cantik yang dilihat oleh orang lain. Dan hal tersebut semakin kuat jika faktor seperti gen yang diturunkan keluarga, atau kemampuan akses terhadap produk kosmetik, bisa mempengaruhi semua hal ini.

Bisa disimpulkan bahwa kepintaran tidak selalu setara dengan kecantikan, karena sekali lagi, kecantikan adalah persepsi yang setiap individu berbeda dalam menyikapi.

(mdk/idc)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP