Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ancam stop penjualan iPhone, penuntut Apple di China tak 'nyata'

Ancam stop penjualan iPhone, penuntut Apple di China tak 'nyata' iPhone 6S pink. ©2015 ubergizmo.com

Merdeka.com - Kasus gugatan perusahaan China Shenzhen Baili atas klaim penjiplakan desain smartphone Baili 100C untuk desain iPhone 6 kini memasuki tahap baru.

Berdasarkan laporan dari Wall Street Journal (WJS), Shenzhen Baili dan perusahaan induknya, Digione, saat ini nyaris tidak ada jejaknya. Ya, Digione dan Shenzhen Baili sudah berhenti memproduksi Baili 100C. Smartphone buatan Digione sendiri dikenal bermasalah di Negeri Tirai Bambu.

Selain itu, Shenzhen Baili juga diklaim tidak berbuat banyak untuk melindungi hak patennya atas Baili 100C. WJS menyatakan bila perusahaan itu sama sekali tidak menjawab telepon mereka, dan tiga kantor mereka yang terdaftar juga tidak benar-benar ada saat didatangi.

Terlepas dari hal itu, pengacara Digione menyatakan Shenzhen Baili akan terus berupaya untuk membawa Apple ke meja hijau, termasuk ikut menggugat desain iPhone 6s yang juga mirip dengan iPhone 6s.

Bila Apple jadi membayar ganti rugi, tentu hal ini membuat Digione bak mendapat lotere mengingat nilainya pasti besar. Apple juga pastinya tidak ingin masalah ini berlarut-larut sampai iPhone 6 atau 6s jadi dilarang beredar di China akibat pelanggaran hak paten. Alasannya jelas, China adalah pasar terbesar iPhone di Asia.

Sebelumnya, Apple sempat menyampaikan pernyataan resminya terkait isu perintah larangan penjualan iPhone 6 dan 6 Plus.

"iPhone 6 dan 6 Plus bersama dengan iPhone 6s, 6s Plus, dan iPhone SE semuanya bisa dibeli hari ini di China. Kami mengajukan perintah administrasi dari pengadilan paten regional di Beijing bulan lalu dan sebagai hasilnya perintah (larangan penjualan) ditunda oleh Pengadilan Beijing," ujar Apple.

(mdk/bbo)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP