Ambil untung dari kelompok kontroversial, Google dan Facebook dikecam
Merdeka.com - Di antara dijunjungnya kebebasan berbicara dan dukungan nyata terhadap nilai-nilai progresif, Facebook dan Google justru meraup keuntungan sebanyak jutaan dollar dari iklan yang mereka dapat dari kelompok anti-imigrasi. Di sisi lain, kedua raksasa internet tersebut adalah pendukung advokasi pro-imigrasi.
Dalam sebuah laporan dari Bloomberg yang dikutip oleh Techcrunch, disebut bahwa Google dan Facebook bekerja dengan Secure America Now, yang menghabiskan jutaan dollar untuk beriklan di platform mereka selama Pemilu AS 2016. Berbagai iklan tersebut kontroversial dan dianggal melukai kebebasan beragama yang harusnya dijunjung tinggi. Salah satu iklan tersebut bahkan menampilkan Mona Lisa mengenakan burqa atau cadar, dan membuat para pengguna internet 'ketakutan' akan nantinya ada lebih banyak pemandangan tersebut di negara mereka.
Parahnya, ini tak hanya iklan banner yang ditempatkan pada berbagai kata kunci populer ketika mereka mengankses Google dan Facebook. Bloomberg menulis bahwa Google bahkan diduga bekerja secara langsung dengan Secure America Now untuk mengembangkan kampanye kontroversial tersebut, sementara Facebook melakukan uji coba untuk mendapatkan optimasi iklan terbaik. Dalam kasus Facebook, sang mantan kepala periklanannya, Andrew Bosworth, mengkonfirmasi bahwa dirinya bekerja dengan agensi periklanan dari SAN.
Tentu hal ini berkebalikan dengan visi dan misi Google dan Facebook dalam pandangan politik. Di awal 2017 lalu, keduanya mengecam keras keputusan Presiden Trump untuk melarang imigran dari berbagai negara mayoritas Muslim untuk datang ke AS, meski akhirnya kebijakan tersebut gagal.
Namun, di sisi lain, kedua raksasa teknologi tersebut membantu memenangkan Presiden yang akhirnya membuat kebijakan anti imigrasi Muslim, bahkan mendapat untung dari hal tersebut.
(mdk/idc)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya