Alcatel masih sasar pengguna ponsel jadul
Merdeka.com - Di era yang serba ponsel pintar saat ini, Alcatel mengaku masih menjual telpon genggam feature phone. Seperti halnya produk yang baru mereka rilis hari ini, Rabu (07/12), Alcatel versi 2051D dan versi 1054D.
Menurut Accounts for Indonesia – International Business Division (APAC) Alcatel Indonesia, Sentot Andalas, masih bermainnya Alcatel di model feature phone ini karena masih adanya market di segmen tersebut.
"Ini menjadi fenomena buat kami. Kami masih melihat potensi market di segmen ini. Ada sekitar 40 persen market di segmen feature phone di Indonesia," ujarnya kepada awak media saat acara konferensi pers kerja sama Erajaya dengan Alcatel di Jakarta, Rabu (07/12).
Kata Sentot, 40 persen market feature phone itu kebanyakan berada di wilayah Timur dan Barat Indonesia di luar pulau Jawa. Sementara dari sisi usia pengguna, didominasi oleh konsumen yang berusia 45 tahun ke atas yang notabene aktivitas menggunakan ponsel hanya untuk menelpon saja.
"Mereka itu masih request untuk ponsel yang feature phone. Masalahnya, kebanyakan dari mereka aktivitas melalui ponsel hanya sebatas phone call saja. Berbeda dengan kita yang kini sudah tergantung dengan aplikasi," jelasnya.
Meski begitu, dia meyakini bahwa jumlah market feature phone saat ini, pelan-pelan akan menyusut seiring dengan perkembangan zaman yang menuntut teknologi yang lebih maju. Diprediksikan akhir tahun depan, jumlah pengguna feature phone akan semakin menipis.
"Contoh waktu device CDMA. Sekarang CDMA sudah tidak ada dan praktis perangkatnya pun hilang sendiri di pasar. Kami merilis ponsel ini hanya sesaat saja. Hanya ingin memanfaatkan momentum yang ada," terang dia.
(mdk/idc)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya