Alasan kenapa Nokia sesumbar akan kualitas kameranya
Merdeka.com - Nokia mengklaim bahwa kamera yang dimiliki produk barunya Lumia 925 adalah yang terbaik. Apa alasan Nokia berani sesumbar begitu?
Untuk bersaing dengan kompetitornya, Nokia berjuang keras dengan gandeng banyak perusahaan lain seperti Microsoft dan Carl Zeiss.
Selain menggunakan optik besutan Carl Zeis yang dipercaya mampu menawarkan sisi ketajaman gambar, Nokia juga mengembangkan teknologi yang disebut PureView Optical Image Stabilization (OIS).
Sebelum Lumia 925, produk Nokia lain yang gunakan gabungan antara teknologi milik Carl Zeiss dan OIS adalah Nokia 808 PureView dan Nokia Lumia 925.
Tentunya, Nokia miliki alasan kenapa begitu mengunggul-unggulkan teknologi OIS yang dipunyainya. Bahkan teknologi satu itu juga diklaim yang terbaik di dunia mobile camera.
OIS dikatakan terbaik karena teknologi yang dibawanya merupakan pengembangan dari struktur material terkuat di bumi yaitu Graphene.
Menurut penjelasan di Science Daily (30/05), Graphene dikatakan bagus sebagai sensor pada kamera karena ketika material ini dibuat dalam bentuk lembaran, maka lapisan karbon yang di dalamnya terdapat banyak atom kecil mampu menyerap warna dan cahaya secara maksimal, bahkan di dalam tempat yang minim cahaya.
Para peneliti di Nanyang Technological University (NTU), Singapura, juga mengatakan bahwa sebuah sensor yang dibuat dari Graphene miliki sensitivitas 1000 kali lebih tinggi terhadap cahaya dibanding lapisan sensor dari bahan lain.
"Dibandingkan dengan sensor yang terbuat dari CMOS atau CCD, Graphene lebih cepat dan mudah menangkap partikel elektron dari cahaya," ujar peneliti.
Memang penggunaan Graphene bukanlah hal baru karena beberapa perusahaan telah menggunakan material ini untuk menggantikan layar yang terbuat dari Indium Tin Oxide (ITO) menjadi layar fleksibel OLED.
Assistant Professor Wang Qijie dari NTU juga menjelaskan bahwa selain dapat digunakan sebagai sensor untuk kamera mobile, Graphene juga dapat digunakan untuk sensor kamera lain seperti DSLR.
Bahkan, Nokia pada Agustus 2012 silam telah mengajukan hak paten atas penggunaan teknologi yang menggunakan Graphene ini.
(mdk/das)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya