Agar bisa berpikir seperti manusia, ilmuwan ajari robot bermimpi
Merdeka.com - Manusia butuh tidur tak cuma untuk beristirahat. Ternyata manusia juga butuh tidur untuk memperkuat memori dengan mengubah ingatan jangka pendek ke ingatan jangka panjang. Otak kita mengalami berbagai proses seperti stabilisasi, peningkatan, dan integrasi, agar ingatan kita terhadap sesuatu makin banyak tersimpan.
Proses ini ternyata tak hanya ingin jadi sekedar teori saja, karena ilmuwan akan menerapkannya kepada robot.
Benar, produk kecerdasan buatan dari Google yang sebelumnya sukses mengalahkan manusia dalam beberapa game, DeepMind, sedang dikembangkan untuk lebih canggih lagi dalam mengalahkan manusia. Hal ini dilakukan dengan konsep mimpi seperti manusia.
Jika dibuat jadi sebuah analogi, manusia bermimpi berbagai hal yang buruk atau memalukan dalam rangka menyimpan berbagai ingatan jangka panjang. Jika dalam konteks kecerdasan buatan DeepMind, 'mimpi' adalah sebuah konsep visualisasi yang otomatis muncul berupa bagaimana cara untuk meraih kemenangan dan mengulanginya terus hingga ahli.
Tujuan dilakukannya hal ini adalah untuk mencapai kecerdasan yang setara dengan manusia, dengan cara yang digunakan manusia pula yakni eksperimen. Robot dengan basis kecerdasan buatan ini tak perlu lagi untuk selalu diawasi. Mereka sudah bisa memasok data sendiri dan membentuknya dalam sebuah pola yang mereka butuhkan juga sendiri. Jadi dalam periode tak aktifnya, 'mimpi' adalah solusi ideal untuk tetap mengasah kecerdasan buatan ini tetap cerdas.
Melalui metode ini, peneliti sudah mendapatkan hasil yang menarik. Laporan menunjukkan bahwa ada peningkatan 10 kali kecepatan rasio belajar ketimbang ketika masih diawasi.
Mungkinkah suatu saat segala sistem intelejensia kita akan dicopykan ke robot? Cepat atau lambat, jawabannya iya.
(mdk/idc)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya