Adopsi single payment gateway bakal susah dijalankan
Merdeka.com - Merebaknya isu single payment gateway, ternyata menjadi perhatian penting bagi semua stakeholder tidak hanya dari perusahaan payment gateway seperti Doku. Tetapi, menjadi buah bibir juga bagi merchandise.
Menurut Chief Technology Officer (CTO) Tiket.com, Natali Ardianto penggunaan single payment gateway tidak bisa dipaksakan. Sebab menurutnya, di perusahaan miliknya itu pun memakai beberapa produk yang disesuaikan dengan kebanyakan pelanggannya.
"Tantangannya nanti jika dalam tahap adopsinya itu akan susah. Karena buat apa ada single payment gateway kalau itu tidak ada yang menggunakan. Beda pasar, berbeda juga yang digunakan," ungkapnya saat ditemui Merdeka.com, (6/3).
Dirinya mencontohkan penggunaan mobile payment yang tidak digunakan untuk pembayaran di perusahaannya. "Penggunaan mobile payment buat kami sangat tidak efektif. Karena, nilai transaksi di kami lebih dari Rp 1 juta, sementara misalnya saja e-money yang memiliki maksimal dana Rp 1 juta. Jelas ini tidak ada manfaatnya untuk kami," ujarnya.
Meski begitu, penggunaan single payment gateway tetap akan didukungnya, walaupun terlebih dahulu akan melihat sisi pemanfaatannya. "Kita akan tetap mendukung, tapi tentunya kita juga tidak akan terus diminta dipaksa untuk menggunakan single payment gateway kalau itu tidak ada 'isinya' juga. Terlebih kita juga akan melihat dari sisi biaya, apalagi biaya antarbank saat ini dinaikkan," jelasnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh Chief Marketing Officer (CMO) Doku, Himelda Renuat. Himelda menyarankan agar jika single payment ini diberlakukan, pemerintah harus berhati-hati dalam menerapkan regulasi. "Jangan sampai dengan adanya single payment gateway justru mematikan," tegasnya. (mdk/dzm)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya