Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

7 Trik psikologis bikin resto rame lewat daftar menu

7 Trik psikologis bikin resto rame lewat daftar menu Daftar menu makanan. ©blogspot.com

Merdeka.com - Di setiap restoran atau tempat makan, pasti menyediakan daftar menu agar memudahkan pelanggan untuk melakukan pemesanan. Jika kita melihatnya sekilas daftar menu tersebut terlihat biasa saja, padahal sebenarnya ada beberapa restoran yang memastikan bahwa menu tersebut lebih dari daftar makanan dan minuman saja.

Daftar menu makanan dibuat sedemikian rupa, agar mudah dibaca, menarik, dan menguntungkan. Berikut beberapa cara restoran menggunakan daftar menu untuk mempengaruhi menu apa yang dipilih pelanggan, seperti dilansir dari Mental Floss.

Membatasi menu

Daftar menu terbaik juga memakai teori psikologi yang mengatakan bahwa semakin banyak pilihan yang kita miliki, maka semakin kita merasa cemas dan bingung. Jumlah daftar menu yang sangat efisien menurut psikologi adalah 7 per kategori, misalnya 7 hidangan pembuka, 7 hidangan utama, 7 hidangan penutup.

"Ketika kami menyertakan lebih dari 7 item, pelanggan akan kewalahan dan bingung. Ketika mereka bingung, biasanya akan default ke item yang pernah mereka coba sebelumnya," ujar Gregg Rapp, seseorang yang ahli untuk membuat menu. Padahal, banyak restoran yang ingin menarik perhatian dengan memberikan sesuatu yang sedikit berbeda, bukan menu yang sama dengan yang lain.

Teori ini ternyata sangat berpengaruh. Contohnya saja, McDonald yang awalnya hanya memberikan beberapa item menu saja, namun kini menawarkan lebih dari 140 menu. Pendapatannya menurun 11 persen di 3 bulan pertama di tahun 2015. Konsultan restoran mengatakan bahwa semakin banyak menu, mka semakin menyiksa pada pelanggan.

Menambahkan foto

Menurut seorang ahli menambahkan gambar akan membuat menu tersebut mengalami peningkatan penjualan sebesar 30 persen. Penelitian yang di adakan oleh Lowa State University, peneliti menguji pada anak-anak untuk menampilkan gambar salad. Nah hasilnya, saat memesan menu, 70 persen anak-anak tersebut memesan salad untuk makan siang.

"Anda merespon gambar seperti Anda merespon makanan di depan Anda. Jika Anda lapar, otak Anda akan otomatis merespon 'aku harus makan makanan yang ada di gambar itu," ujar Brian Mennecke seorang profesor sistem informasi. Efek ini bahkan lebih berpengaruh pada gambar yang bergerak atau berputar, karena gambarnya semakin jelas, realistis, warnanya nyata, dan lebih realistis. Ya, gambar bergerak ini sudah diterapkan di beberapa restoran besar. (mdk/lar)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP