Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

5G bisa dikomersialkan asalkan ekosistem mendukung

5G bisa dikomersialkan asalkan ekosistem mendukung Dian Siswarini di acara Media Briefing Mempercepat Kehadiran Jaringan 5G di Indonesia. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Boleh dibilang 4G LTE secara komersial baru dilakukan dua tahun yang lalu. Saat itu, Presiden RI Jokowi yang meresmikan secara bersamaan komersialisasi dari teknologi 4G LTE tersebut. Seiring berjalannya waktu, muncul teknologi baru yakni 5G.

Beragam wacana untuk segera menerapkan teknologi itu pun mencuat ke permukaan. Kendati begitu, pada dasarnya 5G hadir juga perlu didukung oleh ekosistem terkait. Tidak hanya dari sisi infrastruktur dari operator selular semata.

"Kalaupun bicara teknologi baru mau 3G, 4G, ataupun 5G, yang penting ekosistemnya siap. Ekosistem bukan hanya operator selular saja, tetapi segi frekuensi yang diberikan pemerintah. Kemudian kesiapan perangkat dan pasar. Hal itu yang menentukan Indonesia siap atau belum mengimplementasi 5G," ujar Presiden Direktur XL, Dian Siswarini di sela-sela acara Media Briefing Mempercepat Kehadiran Jaringan 5G di Indonesia yang diselenggarakan oleh Ericsson, Jakarta, Senin (3/4).

Menurutnya, implementasi 5G secara komersial kemungkinan baru bisa dilakukan setelah empat hingga lima tahun mendatang. Pasalnya, untuk 4G LTE saja pihaknya baru mengomersialisasikan dua tahun yang lalu. Praktis, belum sepenuhnya pelanggannya yang total berjumlah 45 juta itu sudah menggunakan 4G LTE.

"Kalau di Indonesia, kami kan baru rilis 4G LTE masuki tahun kedua. Untuk adposi 4G LTE di XL saja, baru 25 persen dari seluruh market XL. Jadi, 5G masih empat tahun dari sekarang implementasinya. Banyak hal yang harus disiapkan implementasi secara komersial. Tetapi kalau hanya untuk trial ya bisa-bisa saja sekarang," ungkapnya.

Kata Dian, 5G itu bukanlah sebuah teknologi yang termasuk revolusioner, melainkan hanya evolusi semata. Hal ini berbeda saat perpindahan dari 3G ke 4G yang Arsitektur desain teknologinya lebih modern.

"Kalau dari 4G ke 5G itu bisa dilakukan dari sisi software saja. Berbeda kalau dari 3G ke 4G. Maka, dari sisi investasinya pun tidak akan terlalu besar," jelas Dian.

(mdk/idc)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP