3 Alasan mengapa iPhone 8 akan usung dual kamera vertikal
Merdeka.com - Kini hingar bingar dunia smartphone akan segera pindah ke berbagai rumor tentang rilisnya iPhone edisi spesial ulang tahun ke 10 mereka yang mungkin akan disebut iPhone X, iPhone Edition, atau paling populer iPhone 8.
Dalam hal ini, rumor paling baru yang sudah santer diberitakan media adalah iPhone 8 akan mengusung Touch ID di bagian belakang, serta dual kamera yang memiliki setup vertikal. Benar, Apple akan mengambil langkah tidak lazim dengan meletakkan dua kamera di atas dan di bawah, bukan kanan dan kiri.
Ada alasan khusus mengapa Apple melakukan hal ini. Berbagai alasan tersebut memang masih merupakan prediksi, mengingat hal ini pun merupakan rumor yang kebenarannya belum dikonfirmasi oleh Apple.
Berikut ulasannya.
1. Apple akan terjun ke dunia AR dan VR
Mungkin Anda akan bertanya-tanya apa hubungan antara peletakan kamera dengan teknologi AR maupun VR. Memang hubungannya secara tak langsung, namun hubungan tersebut ada. Hubungan ini dimulai dari video konten yang tersedia mayoritas berformat horisontal, mulai rasio 4:3, 16:9, hingga 2:1 atau 18:9. Hal ini membuat pengguna smartphone akan menikmati video tersebut secara mobile dengan orientasi landscape.
Nah, orientasi Apple tak lagi soal bagaimana pengguna menikmati konten AR maupun VR, namun bagaimana pengguna juga bisa 'menciptakan' konten tersebut. Dengan ini, kita bisa lompat ke poin nomor dua.
2. Pengguna iPhone 8 bisa mengambil gambar berformat 3D untuk penggunaan VR dan AR
Menilik poin pertama di mana AR dan VR akan jadi aspek penting di iPhone terbaru, dan sangat dibutuhkannya konten landscape untuk menikmati dan membuat teknologi tersebut, maka iPhone 8 dibuat dengan dual kamera dengan setup vertikal. Hal ini diperlukan untuk mengambil video atau gambar 3D stereoscopic.
Penjelasannya mudah. Ketika ingin menghasilkan gambar dengan format 3D, setup kamera harus menyerupai mata kita, yakni bersebelahan. Hal inilah yang dibutuhkan untuk mendapatkan efek 'kedalaman' dari gambar atau video 3D. Inilah mengapa setup kamera harus diletakkan secara vertikal karena ini akan membuat pengguna bisa membuat konten 3D di format landscape.
Mengingat untuk menikmati konten VR diperlukan headset yang diisi smartphone dengan keadaan horisontal, tentu tak masuk akal untuk membuat video 3D dengan keadaan smartphone vertikal.
Dari berbagai prediksi ini, Apple juga dirumorkan untuk memproduksi headset VR atau AR milik mereka sendiri.
3. Apple memproduksi iPhone 8 dengan layar super canggih
Meski dirumorkan untuk memproduksi headset AR dan VR, sebenarnya video 3D bisa dinikmati di smartphone tanpa headset. Syaratnya, harus ada layar dengan tipe khusus. Teknologi semacam ini telah dilakukan oleh LG Optimus 3D serta Nintendo 3DS. Meski demikian teknologi ini masih terbatas dalam soal pergerakan pengguna, di mana head/eye tracking masih belum maksimal.
Kemungkinan besar, Apple akan mengambil resiko untuk mengaplikasikan aspek ini. Tentu Apple akan menyematkan head atau eye tracking yang lebih baik serta layar OLED yang telah dirumorkan sebelumnya. Hal ini juga harus dipadu dengan prosesor papan atas yang punya cukup tenaga untuk melakukan render 3D.
(mdk/idc)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya