2014, tonggak naiknya kualitas demokrasi di era digital
Merdeka.com - 2014 menjadi tonggak sejarah bagi masyarakat Indonesia untuk menegakkan dan meningkatkan kualitas demokrasi di Indonesia. Hal ini juga yang menjadi salah satu topik utama di acara Temu Demokrasi Digital Indonesia (TEDI) yang diselenggarakan 16-17 Desember di Hotel Gren Alia Cikini, Jakarta Pusat.
Di hari pertama penyelenggaraannya, dalam acara bertajuk 'Malam Refleksi Demokrasi Digital' mengungkap jika di 2014, tercatat setidaknya ada 64 inisiatif digital yang dilahirkan dalam upaya meningkatkan kualitas demokrasi di Tanah Air. 33 inisiatif digital ini di antaranya berbasis platform maupun website, 30 buah berbasis mobile application, dan 1 buah berbasis keduanya. 64 inisiatif digital ini pun masih di luar dari inisiatif yang bersifat partisan atau yang dilahirkan oleh media massa.
Dari 34 platform/website tersebut, 20 buah di antaranya ditujukan khusus untuk kepentingan Pemilu, sedangkan enam buah tidak terkait langsung dengan Pemilu, dan delapan buah berguna/bermanfaat untuk keduanya. Sementara, dari 31 inisiatif digital yang berbentuk aplikasi, semuanya dibuat dengan fungsi dan keterkaitan dengan kepentingan pemilu 2014.
Jika dipetakan berdasar fungsinya, dari 34 platform/website tersebut, ada empat lembaga yang melakukan pemantauan media sosial termasuk di antaranya Politicawave, Provetic dan aspirasikita.org. Empat lainnya berbentuk wadah petisi daring dengan pengguna terbanyak adalah Change.org yang tercatat memiliki pengguna hingga menembus angka 900 ribu.
Fungsi yang lain seperti voter Education tercatat dilakukan 16 platform/website, ada 10 yang mengerjakan pelacakan latar belakang politisi. Salah satu fungsi inisiatif digital berbentuk platform yang paling disorot di 2014 adalah yang melakukan e-counting, seperti kawalpemilu.org dan delapan platform serupa.
Di samping itu, ada sembilan platform yang melakukan public assessment seperti Meteranpolitik.org dan KawalMenteri 2.0 dan tujuh lainnya yang melakukan election watchdog yna menjadi fungsi paling menarik di Pemilu 2014 seperti yang dilakukan MataMassa.org. Sedangkan delapan platform lainnya tercatat melakukan netizen proposal, yakni seperti kabinetrakyat.org, KAUR dan kawalmenteri.org.
Sementara, jika dipetakan berdasar metodenya, dari 34 platform/website tersebut, ada 29 yang menggunakan cara penyajian data, sembilan yang menggunakan cara review aggregator, seperti jariungu.com dan meteranpolitik.org, serta ada 21 yang menggunakan cara crowdsourcing. Di samping itu, enam platform lainnya menggunakan cara voting machine, empat yang menggunakan cara crawling machine, dan ada tujuh yang dilengkapi dengan opini/analisis.
Munculnya digital inisiatif baik berbentuk website maupun aplikasi dengan fungsi Background checking, e-counting, public assessment, election watchdog dan netizen proposal ini merupakan inisiatif terbaru di Indonesia dan hanya terjadi di 2014. (mdk/dzm)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya