Merdeka.com tersedia di Google Play


2014 diprediksi jadi tahun kematian CDMA

Reporter : Arif Pitoyo | Senin, 2 Desember 2013 08:52


2014 diprediksi jadi tahun kematian CDMA
GSM dan CDMA. ©2012 Switched.com

Merdeka.com - Di awal masuknya pada Desember 2002, teknologi seluler berbasis CDMA banyak dilirik operator besar, termasuk Telkom untuk layanan fixed wireless access (FWA). Pada saat itu, CDMA yang berasal dari AS dianggap lebih stabil dan lebih jernih daripada teknologi seluler yang berasal dari Eropa.

Menjelang habisnya 2013, bisnis telekomunikasi FWA meredup. Apalagi, teknologi CDMA yang sekarang dipakai sudah mentok dan tidak bersaing dengan perkembangan teknologi lainnya. Alhasil, banyak pengguna mulai meninggalkan layanan dengan teknologi ini, terutama karena minimnya variasi dan ketersediaan handset.

Apalagi, kabarnya, vendor perangkat telekomunikasi sudah setahun terakhir tidak memproduksi CDMA lagi, artinya, operator bakal kesulitan mengembangkan jaringannya atau melakukan ekspansi ke daerah lain, belum lagi masalah ketersediaan handset yang juga sudah tidak dijual bebas selain lewat bundling.

Tanda-tanda kematian CDMA sudah terlihat sejak dua tahun terakhir, saat operator CDMA mulai jungkir balik mempertahankan kinerja keuangannya meski pada akhirnya tetap menanggung kerugian dan utang yang besar.

Sebut saja PT Bakrie Telecom Tbk (Esia) mengalami rugi bersih Rp 1,5 triliun pada kuartal III 2013. Kondisi Smartfren juga sebenarnya tidak begitu baik. Sedangkan Smartfren meski mencatat pertumbuhan pendapatan tapi masih menderita rugi sebesar Rp 1,54 triliun atau naik 52 persen dibandingkan periode tahun sebelumnya yang sebesar Rp 1,01 triliun.

Operator sebesar Telkom pun sudah berpikir ulang untuk melanjutkan bisnis CDMA. Melalui Flexi, Telkom memang menyediakan layanan fixed wireless access (FWA) berbasis CDMA.

Seiring dengan bisnis ini sudah tidak tumbuh, dan cenderung membawa kerugian bagi perusahaan, Telkom berniat untuk mematikan lini bisnis yang sebelumnya menjadi tumpuan harapan Telkom, selain Telkomsel yang menggelar layanan telepon seluler.

BUMN telekomunikasi itu mengaku CDMA sudah tidak membawa keuntungan bagi perseroan dan sejak awal 2013 sudah tidak melakukan investasi untuk pengembangan Flexi mengingat pertumbuhannya yang negative 15 persen.

Tak hanya Telkom, Smart Telecom dan Smartfren juga tengah berancang-ancang untuk migrasi ke Long Term Evolution (LTE) di pita frekuensi 2,3 GHz. Wajar saja, karena di pita 1.900 MHz sudah tidak prospektif lagi dan tidak mungkin menggelar LTE TD bersebelahan dengan LTE FD milik operator seluler 3G.

Operator CDMA lainnya, seperti Bakrie Telecom, kondisinya lebih parah. Alih-alih membangun infrastruktur baru dan menambah jumlah pelanggan, operator tersebut justru mengurangi operasional sejumlah BTS-nya akibat diputus penyedia menara atau sebab lainnya. Pelanggannya pun terus mengalami penurunan.

Dalam tataran global, CDMA memang kalah amor dengan GSM. Mungkin, hanya Jepang dan Korea sajalah yang masih setia dengan CDMA, mengingat mereka sendiri lah yang mengembangkan teknologi tersebut. Hanya, masalah interoperability dengan GSM atau 3G sampai LTE, mungkin masih terkendala.

Bila sudah demikian, maka regulator seharusnya memperhatikan fenomena matinya CDMA, terutama untuk keperluan penataan frekuensi ke depan, termasuk mengawasi tanggung jawab operator CDMA pada pelanggannya bila sesuai prediksi tahun depan, teknologi tersebut di shut down.

Baca juga:
Sony segera kembangkan rambut palsu berteknologi tinggi
Tidak ingin gemuk? Coba pakai bra elektrik ini
Mampukah Indonesia panggil 'tokoh kunci' kasus penyadapan dunia?
Cincin ini terbuat dari tulang dinosaurus dan batu meteor
TV digital tidak dihentikan, tapi jalan bersamaan TV analog

[dzm]

KUMPULAN BERITA
# Teknologi

Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya


JANGAN LEWATKAN BERITA FOLLOW MERDEKA.COM
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Teknologi, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Teknologi.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup






Komentar Anda


Smart people share this
Back to the top

Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER TOP 10 NEWS
Most Viewed Editors' Pick Most Comments

TRENDING ON MERDEKA.COM

LATEST UPDATE
  • Sedang UN, Kartini buru-buru mencoblos ulang di Tentena
  • Laudya Cynthia Bella Sengaja Naikkan Berat Badan, Ada Apa?
  • 7 Tips makan ini bikin sukses saat ujian
  • [FOTO] Adik perempuan Song Joong Ki tidak mirip sang kakak
  • Menebak arah koalisi Prabowo dan Gerindra
  • Lakukan 5 hal ini agar anak terhindar dari pelecehan seksual
  • Kinerja Bina Marga buruk, Ganjar bawa bulldozer ke lapangan
  • Kertas suara dicoblos KPPS, warga Tentena mencoblos ulang
  • Perbanas: Menutup Bank Century lebih mahal dari menyelamatkan
  • ADATA rilis wireless inductive charging stand untuk smartphone
  • SHOW MORE