Viral Video Penganiayaan Remaja di Padangsidimpuan, Begini Tanggapan Kapolres
Merdeka.com - Kasus bullying dan penganiayaan kembali viral di dunia maya. Sebuah video beredar di media sosial, memperlihatkan seorang remaja perempuan dibully oleh sejumlah remaja lainnya.
Peristiwa itu diketahui terjadi di Padangsidimpuan, Sumatra Utara (Sumut). Video tersebut pertama kali diunggah oleh akun Facebook Rafa Alamsyah dan diunggah ulang oleh akun Instagram @sumut.terkini pada Jumat (30/7).
Dalam video singkat itu, remaja korban bullying terlihat tersungkur di tanah dan dikerumuni oleh sejumlah teman-temannya. Terkait video viral ini, kepolisian tengah melakukan penyelidikan.
Berikut informasi selengkapnya.
Dibully dan Dianiaya

Instagram/@sumut.terkini ©2021 Merdeka.com
Dalam video tersebut, remaja korban bullying itu sudah tergeletak di tanah. Kemudian seorang remaja perempuan memakai kaos biru warna gelap dan celana panjang putih, terlihat menginjak dan menendang tubuh korban. Korban pun langsung teriak dan menangis.
Tak cukup dengan menganiaya tubuh korban, pelaku juga memaki korban dengan kata-kata kasar. Korban yang masih tersungkur, saat itu hanya bisa menangis sambil menutup kepalanya dengan kedua tangan.
Jadi Bahan Tontonan

Instagram/@sumut.terkini ©2021 Merdeka.com
Sampai saat ini, belum diketahui penyebab maupun kronologi terjadinya aksi penganiayaan tersebut. Namun, saat peristiwa tersebut terjadi, terlihat sejumlah remaja lainnya berada di lokasi tersebut. Mirisnya, mereka hanya melihat korban dianiaya pelaku tanpa berbuat sesuatu. Kemudian ada seorang remaja laki-laki yang mencoba mendekati korban, Ia terlihat mencoba menenangkan korban dan melerai pelaku yang ingin memukul korban lagi.
Dalam Penyelidikan Polisi
Viralnya video ini diketahui oleh pihak kepolisian setempat. Melansir dari ANTARA, Kapolres Padangsidimpuan AKBP Juliani Prihatini mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan laporan dan saat ini sedang melakukan penyelidikan terkait penganiayaan tersebut. "Laporan ini sudah diterima. Ini sedang melakukan penyelidikan, kita tindaklanjuti," AKBP Juliani pada Jumat (30/7).
(mdk/far)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya