Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sering Diburu, Ini Deretan Satwa Endemik Sumatra yang Terancam Punah

Sering Diburu, Ini Deretan Satwa Endemik Sumatra yang Terancam Punah Sering Diburu, Ini Deretan Satwa Endemik Sumatra yang Terancam Punah. liputan6.com ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Indonesia, termasuk Sumatra, memiliki satwa-satwa endemik yang eksotis. Beragam jenis satwa ini tentunya semakin memperkaya warisan alam yang ada di negeri ini. Sudah seharusnya, manusia menjaga kelestarian satwa-satwa yang hidup di alam bebas agar menjadi warisan bagi generasi selanjutnya.

Namun, alih-alih menjaga kelestariannya, banyak manusia yang justru memburu satwa-satwa ini untuk kepentingan pribadi. Tak hanya diburu, satwa-satwa ini banyak yang berkurang keberadaannya karena habitat asli mereka berubah menjadi perkebunan, pertambangan, sampai pemukiman.

Berikut satwa-satwa endemik Sumatra yang kini semakin berkurang populasinya dan terancam punah.

Badak Sumatra

sering diburu ini deretan satwa endemik sumatra yang terancam punah

Sumber: liputan6.com 2020 Merdeka.com

Dilansir dari mongabay, jumlah populasi Badak Sumatra di Indonesia kini diperkirakan tidak lebih dari 100 individu. Di Sumatra, badak-badak ini tersebar di Taman Nasional Gunung Leuser, Bukit Barisan Selatan, dan Way Kambas.

Pada 1993, total populasi Badak Sumatra di dunia diperkirakan ada 400 individu. Namun, pada pertemuan di Singapura pada 2014, para ahli sepakat bahwa populasi Badak Sumatra justru kurang dari 100 individu dan bahkan mungkin tersisa hanya 30 individu di alam.

Gajah Sumatra

sering diburu ini deretan satwa endemik sumatra yang terancam punah

Sumber: liputan6.com ©2020 Merdeka.com

Pada 2012, International Union for Conservation of Nature (IUCN) menaikkan kelas Gajah Sumatra sebagai spesies yang 'kritis' atau Critically Endangered, setelah sebelumnya spesies ini masuk ke dalam kelas Endangered atau 'terancam'. Gajah Sumatra kehilangan 70% habitat mereka dalam satu generasi. Penyebab utamanya tentu saja konversi hutan menjadi area pertanian, tempat tinggal, perkebunan, dan hutan produksi.Menurut World Wildlife Fund for Nature (WWF), Gajah Sumatra bisa punah di alam liar dalam kurun waktu kurang dari 30 tahun, kecuali pemerintah mengambil langkah penting dalam waktu dekat untuk melindungi habitat yang hilang dengan sangat cepat.

Orangutan Sumatra

sering diburu ini deretan satwa endemik sumatra yang terancam punah

Sumber: mongabay.co.id ©2020 Merdeka.com

Menurut WWF, Indonesia memiliki tiga spesies orangutan, yakni Orangutan Sumatra (Pongo abelii), Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus), dan Orangutan Tapanuli (Pongo tapanuliensis). Ketiganya berstatus kritis atau Critically Endangered berdasarkan daftar merah IUCN. Ini diakibatkan karena hilangnya hutan yang menjadi habitat primata satu ini. Padahal orangutan memiliki peran penting untuk menjaga regenerasi hutan, yakni sebagai penebar biji. Meskipun telah dilindungi oleh hukum di Indonesia sejak 1931, perdagangan liar orangutan untuk dijadikan hewan peliharaan masih menjadi ancaman terbesar. Bahkan, saat ini di Sumatra Utara telah banyak terjadi kasus konflik antara orangutan dan manusia akibat adanya pembukaan hutan alam untuk pengembangan perkebunan kelapa sawit di habitat atau wilayah jelajah orangutan.

Harimau Sumatra

sering diburu ini deretan satwa endemik sumatra yang terancam punah

Sumber: liputan6.com ©2020 Merdeka.com

Harimau Sumatra juga salah satu hewan endemik Sumatra yang berada di ujung kepunahan. Laporan pada 2008 yang dikeluarkan oleh TRAFFIC, sebuah program kerja sama WWF dan IUCN untuk monitoring perdagangan satwa liar, mengungkapkan bahwa paling sedikit 50 Harimau Sumatra diburu setiap tahunnya dalam kurun waktu 1998-2002. Harimau diburu untuk diambil seluruh bagian tubuhnya, mulai dari kulit, kumis, kuku, taring, hingga dagingnya. Populasi Harimau Sumatra kini hanya tersisa sekitar 400 ekor yang tersebar di dalam blok-blok hutan dataran rendah, lahan gambut, dan hutan hujan pegunungan. Namun, semakin maraknya pembukaan hutan untuk kepentingan manusia semakin mengurangi populasi harimau ini. Kasus konflik antara harimau dan manusia juga sering terjadi karena hilangnya habitat asli harimau.

(mdk/far)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP