Sempat Ricuh, Ini Kronologi BBKSDA Sumut Diserang Warga saat Evakuasi Orang Utan

Sempat ricuh, BBKSDA Sumut berhasil mengevakuasi seekor anak orang utan, dua ekor burung elang dan seekor burung beo dari seorang warga di Kota Binjai.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Sempat Ricuh, Ini Kronologi BBKSDA Sumut Diserang Warga saat Evakuasi Orang Utan
anak orang utan. ©Istimewa

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatra Utara (Sumut) berhasil mengevakuasi seekor anak orang utan, dua ekor burung elang dan seekor burung beo dari seorang warga di Kota Binjai.

Namun, proses evakuasi yang dilakukan pada Senin (22/3) ini sempat mengalami ketegangan dan ricuh. Padahal, saat dilakukan penyitaan, petugas BBKSDA Sumut dikawal oleh sejumlah personel Polres Binjai.

"Orang utan yang disita itu berada di sebuah rumah tokoh masyarakat di Jalan Gunung Sibayak, Kelurahan Tanah Merah, Kecamatan Binjai Selatan, Kota Binjai," ujar Kepala BBKSDA Sumut Hotmauli Sianturi melalui Kepala Tata Usaha Teguh Setiawan pada Selasa (23/3).

Melansir dari ANTARA, berikut kronologi evakuasi orang utan tersebut selengkapnya.

Evakuasi orang utan dan dua jenis burung ini berlangsung ricuh karena diduga ada oknum yang tak terima dengan proses evakuasi itu.

Sekelompok pemuda kemudian melempari mobil milik BBKSDA Sumut dengan batu dan petugas pun terpaksa menyelamatkan diri ke Markas Brimob Binjai.

Akibat hal ini, mobil dinas BBKSDA Sumut mengalami kerusakan, yakni pecah kaca di bagian samping kiri. Meski begitu, beruntung tak ada korban luka-luka dalam insiden tersebut.

Sempat berlangsung alot, petugas akhirnya berhasil mengevakuasi sejumlah satwa yang dilindungi tersebut.

Saat ini, orang utan, dua ekor burung elang dan seekor burung beo tersebut telah dibawa lokasi karantina dan pusat rehabilitasi satwa di Medan.

Rekomendasi