Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Satu Pasien Sembuh COVID-19 di Sumut Alami Reinfeksi, Begini Penjelasannya

Satu Pasien Sembuh COVID-19 di Sumut Alami Reinfeksi, Begini Penjelasannya Pelaksanaan test swab. ©2020 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Belum lama ini, satu pasien sembuh COVID-19 di Sumatera Utara dinyatakan kembali terpapar virus corona. Padahal sebelumnya, pasien tersebut sudah dinyatakan sembuh selama satu bulan dan kini kembali dirawat untuk mendapatkan penanganan COVID-19.

Namun ternyata, kejadian ini memang bisa terjadi. Pasien positif COVID-19 yang sudah sembuh bisa saja kembali terinfeksi dan dinyatakan positif, atau yang disebut juga dengan reinfeksi atau reaktivasi.

Dilansir dari laman resmi Humas Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, kasus reinfeksi ini bisa saja terjadi karena beberapa faktor. Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara bicara (Jubir) Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP), Aris Yudhariansyah di Medan, Rabu (6/5).

Tes Swab yang Kurang Akurat

Kasus reinfeksi ini hingga saat ini merupakan yang pertama terjadi di Indonesia. Meskipun masih termasuk dalam kasus langka, ada beberapa kemungkinan penyebab reinfeksi.

Kemungkinan pertama, hasil negatif “palsu” tes swab yang berasal dari pengambilan spesimen sampel lendir yang kurang cukup ataupun hasil positif “palsu” yang berasal dari spesimen yang mengandung virus tidak aktif.

Virus di dalam Tubuh Aktif Kembali

Kemungkinan kedua, virus yang masih tersisa dalam pasien sembuh aktif kembali. Hal ini bisa terjadi karena pertahanan tubuh pasien yang masih lemah, sehingga virus bisa memperbanyak diri kembali. Bila ini terjadi, biasanya gejala yang ditimbulkan jauh lebih ringan dan transmisi orang ke orang kemungkinan kecil terjadinya.“Untuk itu, kami tekankan kembali pembatasan aktivitas sosial secara masif masih harus kita lakukan dengan ketat. Bahkan, beberapa negara yang berhasil menghentikan puncak pertambahan kasus seperti Korea dan Tiongkok, juga masih mengalami kemunculan kasus. Meskipun sudah tidak banyak,” kata Aris.

Terpapar Virus dengan Tipe Lain

Terakhir, lanjutnya, reinfeksi juga bisa terjadi lagi karena kemungkinan pasien sembuh terpapar virus dengan tipe lain. Berdasarkan penelitian, saat ini diketahui terdapat tiga tipe virus SARS-CoV-2. Ada kemungkinan memori kekebalan tidak akan berjalan pada pasien yang sembuh dari virus pertama, karena sistem imun tidak mampu mengenal tipe virus yang baru.

Masyarakat Jangan Panik Namun Waspada

Dengan munculnya kasus reinfeksi COVID-19 ini, masyarakat diminta untuk tidak perlu panik namun diimbau tetap waspada. Tetap lakukan prosedur kesehatan dan kebersihan yang baik dan lakukan upaya pemutusan rantai penyebaran secara efektif.“Penyakit ini memang bisa sembuh dan tidak perlu panik, tetapi diharapkan jangan sampai kita menyepelekan. Karena penyebaran virus ini sangat cepat.", kata Aris.

(mdk/far)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP