Pria di Deli Serdang Tewas Dilempar Batu Orang Gangguan Jiwa, Begini Kronologinya
Merdeka.com - Nasib nahas menimpa seorang pria di Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara (Sumut). Pasalnya, pria yang bernama Rudi Sutrisno ini tewas, usai dilempar batu oleh seseorang dengan gangguan jiwa saat sedang melintas di menggunakan sepeda motor di Jalan Medan-Lubuk Pakam, Kecamatan Tanjung Morawa.
Hal ini disampaikan oleh Kapolsek Tanjung Morawa, AKP Sawangin pada Rabu (3/2). Ia mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pada Senin, 1 Februari 2021, sekitar pukul 16.30 WIB.
"Saat itu, korban bersama calon istrinya, Dini Armayami, mengendarai sepeda motor matik," kata Sawangin.
Melansir dari Liputan6.com, berikut informasi selengkapnya.
Kronologi Kejadian

liputan6.com ©2021 Merdeka.com
Sawangin menerangkan, saat itu korban bersama calon istrinya tengah melintas di jalan. Tiba-tiba, pelaku melempar batu ke arah korban dari jarak 3 meter.
Batu yang dilemparkan pelaku tersebut berasal dari pecahan coran semen dengan ukuran cukup besar.
"Batu yang dilempar pelaku mengenai tulang rusuk kiri korban," terangnya.
Korban Sempat Lapor Polisi dan Berobat
Korban tidak meninggal dunia di lokasi kejadian. Setelah peristiwa tersebut, korban bersama calon istrinya sempat melaporkan kejadian itu ke Polsek Tanjung Morawa. "Personel piket Bhabinkamtibmas serta Unit Reskrim Polsek Tanjung Motawa langsung mengejar pelaku. Setelah tertangkap mengamankan pelaku ke Mapolsek Tanjung Morawa," terangnya.Bahkan, korban sempat berobat ke Klinik Pratama Desa Limau Manis. Setelah dari klinik, korban dibawa pulang ke rumahmya. Namun tidak lama kemudian, korban dilarikan keluarganya ke Rumah Sakit (RS) Siti Fatmawati akibat mengalami syok karena luka yang dialaminya."Sampai di rumah sakti, korban dinyatakan sudah meninggal dunia," sebut Sawangin.
Pelaku Diduga Punya Gangguan Jiwa
Saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan terhadap pelaku. Namun, diduga pria tanpa identitas tersebut mengalami gangguan kejiwaan. Pasalnya, saat diinterogasi, pelaku mengeluarkan kata-kata ngelantur."Bisa dikatakan sakit mental," ucap Sawangin.Untuk memastikan kondisi pelaku, pihak kepolisian akan membawa pelaku ke rumah sakit jiwa. "Identitas seperti KTP tidak ada. Saat ditanya namanya, tertawa dan selalu tersenyum. Sebentar dia mengatakan namanya ini, namanya itu, ada tiga sampai empat kali berubah," tandas Sawangin.
(mdk/far)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya