Pendataan Covid-19 di Medan Kini Pakai Fitur Real Time, Data Diperbarui Tiap 5 Detik
Merdeka.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Medan melakukan pembaruan dalam sistem pendataan kasus Covid-19 di kota tersebut. Hal ini dilakukan lantaran sebelumnya pendataan kasus Covid-19 di daerah ini sempat mengalami ketidakcocokan antara data yang dicatat oleh Pemkot Medan dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut.
Kini Pemkot Medan telah melakukan pemutakhiran data Covid-19 dengan fitur real time.
Data Real-Time ini merupakan fitur yang bisa membantu masyarakat melihat perkembangan kasus harian Covid-19 yang diperbarui setiap 5 detik. Fitur ini akan meminimalisir kekeliruan pendataan karena informasi yang didapatkan segera dikirimkan tanpa ada penundaan waktu.
Data tersebut kemudian langsung dilaporkan ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI untuk selanjutnya diteruskan kepada Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian).
Melansir dari unggahan akun Instagram @prokopim_pemkomedan pada Minggu (26/9), berikut informasi selengkapnya.
Fitur Real Time
Penggunaan fitur real time dalam perekaman data kasus Covid-19 ini memungkinkan masyarakat untuk memantau kondisi atau aktivitas perkembangan kasus Covid-19 di Kota Medan.
Fitur ini juga akan memudahkan petugas dalam memperbarui data Covid-19, karena petugas cukup mengisi di aplikasi maka data tersebut langsung dilaporkan ke server.
Dengan fitur ini, Pemkot Medan bisa lebih cepat mendapatkan data kasus Covid-19 dari lapangan dan mempermudah analis kemungkinan yang akan terjadi dengan melihat aktivitas di aplikasi.
Hindari Kesalahan Data
Pembaruan sistem perekaman data ini merupakan upaya untuk mencegah kekeliruan data kembali terjadi. Semua fasilitas kesehatan (faskes) yang ada di Kota Medan harus melaporkan langsung jumlah kasus aktif ke Pemkot Medan dan memberikan data yang riil.“Setiap mengambil keputusan dalam menangani Covid-19, kita selalu berlandaskan data yang ada. Untuk itu, semua faskes harus sigap dan teliti melaporkan data. Jangan tunggu ditelepon dulu, baru melaporkan datanya. Apalagi jumlah laboratorium kita di sini hampir 21, tentunya akan merepotkan jika harus diteleponi satu per satu hanya untuk mengingatkan dan bertanya soal data,” ungkap Wali Kota Medan, Bobby Nasution, belum lama ini.
(mdk/far)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya